Di dunia cryptocurrency terjadi skandal besar: Pengadilan Dubai di ekonomi digital (DIFC) mengeluarkan perintah global untuk membekukan aset senilai $456 juta yang terkait dengan penerbit stablecoin TrueUSD ($TUSD ) — perusahaan Techteryx. Keputusan yang diumumkan pada 12 November 2025 ini berkaitan dengan tuduhan penggunaan cadangan yang tidak sesuai, yang mengakibatkan kekurangan sebesar $456 juta. Dana ini dialokasikan untuk investasi yang tidak likuid, alih-alih disimpan dalam aset yang aman.

Insiden terkait Justin Sun, pendiri Tron, yang sebelumnya menutupi defisit untuk melindungi pemegang TUSD. Menurut hasil penyelidikan, dana yang diserahkan kepada First Digital Trust di Hong Kong dikirim ke rekening Aria Commodities DMCC—perusahaan dari fiskus Inggris Matthew Brittain. Antara Mei 2021 hingga Maret 2022, sekitar 468 juta dolar AS diinvestasikan ke dana investasi komoditas, tetapi 456 juta dolar AS menghilang dalam transaksi yang tidak likuid, seperti pinjaman swasta dan pengiriman komoditas.

Hakim Michael Black KC menekankan "pelanggaran kepercayaan yang serius" dan melanjutkan baik perintah properti maupun perintah global, melarang Aria DMCC memindahkan aset dari Dubai. Ini merupakan keputusan global pertama DIFC terkait aset kripto yang melindungi proses pemulihan di pengadilan Hong Kong. Techteryx, yang didukung oleh firma Al Tamimi & Co, menyatakan bahwa dana seharusnya berada di cadangan Kepulauan Kekaisaran untuk menjamin nilai TUSD.

Perkara ini melibatkan bank Mashreq, Emirates NBD, dan Abu Dhabi Islamic Bank. Analis CoinDesk dan Cryptopolitan memperingatkan: ini merupakan tanda risiko stablecoin, penurunan kepercayaan investor, serta penguatan regulasi. Pasar TUSD mengalami fluktuasi, dan perdebatan mengenai transparansi cadangan semakin memanas. Para ahli menyarankan: periksa emiten dan diversifikasi aset.

#TrueUSD #JustinSun #CryptoFraud #Stablecoin #DubaiCourt #DeFiRegulation #BlockchainNews #CryptoScandal

Berlangganan #MiningUpdates untuk berita terkini dari dunia kripto dan blockchain!