#ExchangeRate

Renminbi Tiongkok (Yuan) telah mencapai tonggak penting, dengan nilai tukar onshore (CNY) menguat menjadi 7.0908 terhadap Dolar AS (USD) pada 14 November. Tingkat ini menandai kinerja terkuat untuk mata uang tersebut dalam setahun, membalikkan periode kelemahan yang berkelanjutan yang membuatnya diperdagangkan di atas level 7.30 lebih awal di tahun ini.

Apresiasi Yuan (angka USD/CNY yang lebih rendah menunjukkan Yuan yang lebih kuat) menunjukkan pergeseran dalam sentimen pasar dan berpotensi mencerminkan beberapa faktor yang mendasari:

• Dukungan Kebijakan: Bank Sentral Rakyat Tiongkok (PBOC) mungkin menetapkan tingkat referensi harian yang lebih kuat (fixing), menandakan preferensi terhadap mata uang yang lebih stabil atau menguat untuk membatasi aliran modal keluar dan memperkuat kepercayaan domestik.

• Dinamika AS-Tiongkok yang Berubah: Penguatan ini mungkin didorong oleh meningkatnya optimisme mengenai hubungan AS-Tiongkok, khususnya terkait perdagangan dan kerja sama ekonomi, yang meningkatkan risiko bagi Yuan.

• Melemahnya Dolar AS: Melemahnya Dolar AS secara luas, didorong oleh ekspektasi mengenai jalur kebijakan moneter Federal Reserve AS atau data ekonomi domestik, secara alami dapat mendorong kenaikan mata uang saingan seperti CNY.

Penguatan Yuan memiliki implikasi campuran bagi ekonomi Tiongkok. Meskipun mengurangi biaya impor bagi bisnis dan konsumen Tiongkok (potensial mengurangi tekanan deflasi domestik dan meningkatkan daya beli konsumen), hal ini juga membuat ekspor Tiongkok menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional. Kenaikan ini menyoroti tugas rumit yang dihadapi pembuat kebijakan Tiongkok dalam mengelola target pertumbuhan domestik sekaligus stabilitas mata uang.