#ClearToken , sebuah perusahaan yang sedang membangun infrastruktur pasca transaksi untuk pasar cryptocurrency, baru saja mencapai tonggak penting ketika mendapat izin dari Otoritas Keuangan Inggris (FCA) untuk sistem pembayaran CT Settle. Izin ini bukan hanya merupakan pengakuan secara hukum tetapi juga merupakan langkah awal bagi perusahaan untuk mewujudkan tujuan membawa standar pengelolaan risiko dan legalitas dari keuangan tradisional ke dalam ruang aset digital yang beroperasi 24/7.
CT Settle dirancang untuk menyelesaikan salah satu masalah paling mendesak dalam transaksi aset digital: risiko mitra dan penguncian modal akibat persyaratan pendanaan awal (pre-funding). Sistem ini memungkinkan pembayaran dilakukan dengan model "delivery-versus-payment" (DvP), yang berarti pengiriman aset dan pembayaran uang dilakukan secara bersamaan. Dalam konteks saat ini, banyak transaksi crypto yang mengharuskan pihak-pihak untuk mengunci sejumlah aset atau uang tunai tertentu sebelum transaksi dapat dipadankan, yang mengurangi efisiensi penggunaan modal dan meningkatkan risiko jika salah satu pihak gagal bayar atau tidak memenuhi kewajiban.
Dengan menerapkan model DvP melalui CT Settle, ClearToken membantu mengurangi secara signifikan risiko mitra. Secara spesifik, tidak ada pihak yang harus mentransfer aset atau uang tunai mereka kepada pihak lain sebelum menerima aset atau uang yang sesuai, memastikan keamanan bagi kedua belah pihak. Ini tidak hanya melindungi lembaga keuangan yang terlibat tetapi juga membebaskan sejumlah besar modal yang terkurung dalam akun margin, memungkinkan lembaga ini menggunakan modal dengan lebih efektif dalam kegiatan bisnis lainnya.
Ambisi ClearToken adalah menciptakan model serupa dengan CLS (Continuous Linked Settlement) dalam pasar valuta asing tradisional, di mana CLS membantu mengurangi risiko pembayaran melalui penyelesaian simultan dari berbagai transaksi mata uang. Dalam pasar crypto, di mana transaksi terjadi terus-menerus tanpa henti, sistem pembayaran kliring yang stabil dan diatur secara hukum seperti CT Settle sangat diperlukan untuk menarik lembaga keuangan besar untuk berpartisipasi lebih dalam.
Perkembangan ClearToken didukung oleh sejumlah investor terkemuka, termasuk Laser Digital, anak perusahaan aset digital dari raksasa keuangan Jepang, Nomura. Keterlibatan lembaga keuangan tradisional (TradFi) besar seperti Nomura menunjukkan kepercayaan yang semakin besar pada kebutuhan akan infrastruktur pasca-transaksi yang dikelola secara ketat dalam ruang crypto.
Lisensi FCA untuk CT Settle adalah langkah strategis dari regulator Inggris untuk memperkuat posisi London sebagai pusat fintech dan aset digital global. Pemberian lisensi ini terjadi bersamaan dengan perusahaan lain yaitu X Capital Group yang juga diberikan lisensi oleh FCA pada awal bulan 11, menunjukkan kesediaan FCA untuk memfasilitasi model bisnis inovatif, asalkan memenuhi standar ketat dalam pengelolaan risiko dan perlindungan konsumen.
Melihat ke masa depan, ClearToken tidak hanya berhenti pada layanan DvP untuk aset digital. Perusahaan sedang merencanakan untuk meluncurkan sebuah Pusat Kliring Pembayaran (CCP) setelah mendapatkan persetujuan dari Bank Inggris (BoE). CCP berperan sebagai mitra pusat untuk semua transaksi, mengambil risiko gagal bayar dari mitra, sehingga memperkuat stabilitas pasar. Selain itu, ClearToken juga telah merencanakan untuk memperluas jangkauan operasinya ke dalam bidang sekuritas terenkode, berpartisipasi dalam program Digital Securities Sandbox Inggris. Rencana ekspansi ini menunjukkan visi yang lebih luas dari perusahaan yang tidak hanya terbatas pada mata uang kripto tetapi juga mencakup pengkodean aset tradisional lainnya, membangun jembatan yang kokoh antara dua dunia keuangan.



