Cash App, aplikasi keuangan konsumen terkemuka yang dimiliki oleh Block (perusahaan yang didirikan oleh Jack Dorsey), baru saja mengumumkan pembaruan besar dengan total 11 fitur baru dan lebih dari 150 perbaikan rinci lainnya. Peningkatan kali ini menunjukkan pergeseran strategi yang jelas: Cash App tidak hanya ingin menjadi aplikasi pembayaran dan investasi biasa, tetapi sedang menuju model perbankan yang lebih fleksibel, didukung oleh kecerdasan buatan (AI) dalam navigasi dan yang terpenting adalah integrasi mendalam dari kemampuan mengirim/menerima mata uang digital.
Fokus dari pembaruan kali ini adalah perluasan kemampuan pengolahan cryptocurrency, terutama terkait dengan stablecoin. Aplikasi kini telah mendukung pembayaran menggunakan stablecoin, sebuah langkah yang dianggap sangat tepat waktu mengingat permintaan penggunaan stablecoin USD berada pada level rekor dan semakin banyak organisasi keuangan besar di AS yang terlibat secara aktif di bidang ini. Stablecoin, dengan stabilitas nilai dibandingkan mata uang fiat, sedang membuktikan perannya sebagai jembatan efektif antara keuangan tradisional dan dunia cryptocurrency, sekaligus sebagai sarana ideal untuk transaksi lintas batas.
Ruang pembayaran sedang menyaksikan pergeseran kuat menuju model "crypto-native". Langkah #CashApp untuk memimpin tren ini semakin diperkuat oleh langkah dari pesaing. Bahkan, pesaing besar seperti Zelle juga sedang meneliti solusi yang memungkinkan pengiriman uang internasional menggunakan stablecoin, menandakan bahwa integrasi aset digital yang stabil ke dalam sistem pembayaran sehari-hari bukan lagi pilihan tetapi telah menjadi tren yang wajib.
Sebuah fitur inovatif lainnya dalam pembaruan Cash App adalah kemampuan untuk membayar dengan Bitcoin (BTC) melalui Lightning Network tanpa memerlukan pengguna untuk memiliki $BTC dalam akun mereka. Ini adalah sebuah hambatan besar yang telah dihapus, memungkinkan pengguna umum untuk dengan mudah mengakses kecepatan dan biaya yang sangat rendah dari Lightning. Ketika pelanggan memindai kode QR Lightning, mereka dapat memilih untuk membayar langsung dengan saldo USD. Aplikasi akan secara otomatis melakukan konversi instan dari USD ke BTC di latar belakang, kemudian mentransfer melalui Lightning. Ini memberikan pengalaman pengguna yang mulus: mereka mendapatkan manfaat dari teknologi blockchain canggih tanpa harus menghadapi kompleksitas pengelolaan aset digital.
Fleksibilitas ini juga diperluas ke ekosistem yang ditujukan untuk unit bisnis. Bagi merchant yang menggunakan Square (yang juga merupakan anak perusahaan dari Block), mereka dapat memilih mekanisme penerimaan pembayaran yang fleksibel, yang memungkinkan pengoptimalan pengelolaan arus kas dan risiko nilai tukar. Pilihan termasuk: mempertahankan USD dari transaksi USD pelanggan (USD→USD), menerima BTC dari transaksi BTC pelanggan (BTC→BTC), secara otomatis mengonversi BTC pelanggan menjadi USD untuk mengurangi risiko volatilitas (BTC→USD), atau bahkan mengonversi USD pelanggan menjadi BTC untuk mengakumulasi aset (USD→BTC). Diversifikasi ini memungkinkan bisnis kecil dan besar untuk menyesuaikan strategi mata uang digital mereka dengan mudah.
Selain fitur-fitur yang terkait dengan cryptocurrency, pembaruan ini juga berfokus pada menciptakan pengalaman perbankan yang lebih dipersonalisasi. Penggunaan AI dalam menavigasi aplikasi membantu pengguna dengan mudah mencari dan menggunakan layanan keuangan yang kompleks, dari mengirim uang, mengelola pengeluaran hingga melakukan transaksi saham dan BTC. Dengan menggabungkan antara perbankan tradisional, investasi saham, dan teknologi pembayaran cryptocurrency yang inovatif, Cash App sedang memposisikan dirinya sebagai "super aplikasi" keuangan, menantang tidak hanya bank tradisional tetapi juga platform pembayaran digital lainnya. Integrasi 11 fitur besar ini bukan hanya sebuah tonggak bagi Cash App tetapi juga merupakan bukti bahwa potensi besar dari penerapan teknologi cryptocurrency dalam kehidupan keuangan sehari-hari.



