Bro, kamu tidak akan percaya ini—Bezos baru saja menghabiskan 6,2 miliar dolar untuk sesuatu yang luar biasa. Bukan di Amazon, tapi sesuatu yang jauh lebih besar.
Dia menyebutnya Proyek Prometheus. Intinya, pabrik yang didukung kecerdasan buatan yang bisa membangun roket, mobil, chip—apa pun yang kamu sebutkan—tanpa manusia. Sementara semua orang berdebat tentang AI menulis esai, dia diam-diam membangun mesin yang bisa mengubah seluruh permainan.
Dan ini yang mengejutkan: dia merekrut 100 peneliti terbaik dari OpenAI dan DeepMind. Roket Blue Origin? Hanya uji coba. Bayangkan iPhone dibuat dengan biaya 70% lebih murah. Mobil dirancang dalam hitungan minggu, bukan tahun. Keren, kan?
Ini yang paling menentukan:
Cina memproduksi hampir 29% dari semua barang di Bumi.
Amerika Serikat? Hanya 12%.
Prometheus bisa membalikkan angka itu dengan kecerdasan buatan yang memahami material lebih baik daripada insinyur manusia mana pun.
Secara ekonomi, ini gila. Pertumbuhan manufaktur telah stagnan di 0,5% selama puluhan tahun. Bezos ingin pertumbuhan 3–5%, yang bisa berarti kekayaan baru sebesar 8 triliun dolar pada tahun 2045. Tapi… itu juga berarti hingga 40 juta pekerjaan bisa otomatisasi pada tahun 2040.
Secara geopolitik? Bayangkan setiap chip, baterai mobil listrik, bahkan pesawat tempur diproduksi secara otomatis di Ohio pada tahun 2038—sepenuhnya otomatis. Ini menghapus keunggulan tenaga kerja Tiongkok dan memberi Amerika kendali penuh atas rantai pasokannya. Ini seperti CHIPS Act yang diperkuat.
Pemimpin proyek ini, Vik Bajaj (mantan Waymo), sudah berhasil membuat mobil otonom menjadi kenyataan saat orang-orang menganggap itu mustahil. Sekarang dia menargetkan pabrik yang bisa membangun dirinya sendiri.
Pada tahun 2040, AI tidak hanya akan membantu insinyur—mungkin akan menggantikannya. Bezos bertaruh pada comeback industri Amerika dan goncangan pekerjaan terbesar dalam sejarah. Dan jujur saja, taruhan jangka panjangnya biasanya berhasil.
Masa depan? Datang sangat cepat, bro.
$ASTER
$TYCOON
$POP