$BTC Bitcoin telah turun dari puncak Oktober (~US$126.000) ke bawah US$90.000 dalam sesi-sesi terbaru.
Pasaran kripto secara keseluruhan kehilangan lebih dari US$1 triliun nilainya dalam sekitar 6 minggu.
Sinyal teknikal bearish utama — yang disebut "death cross" (EMA 50-hari melintasi di bawah EMA 200-hari) — telah ditandai sebagai percepatan penurunan.
Ada juga arus keluar signifikan dari dana investasi berjangka Bitcoin (ETF), yang mengindikasikan tangan lemah institusi/pemegang besar.
---
🔍 Pendorong Utama & Hambatan
Pendorong melemahnya harga
Teknikal: Sinyal death cross menunjukkan momentum sedang berubah ke arah bearish.
Lingkungan makro: Harapan yang memudar terhadap pemotongan suku bunga AS mengurangi daya tarik aset berisiko termasuk kripto.
Arus keluar ETF/pemegang besar: Penarikan besar melemahkan permintaan dan menambah tekanan psikologis.
Sentimen: Dengan penurunan tajam, rasa takut mendominasi; peluang rebound menjadi lebih sulit saat sentimen buruk.
Kemungkinan pendorong positif
Beberapa analis (misalnya dari JPMorgan Chase & Co.) berpendapat bahwa setelah proses deleveraging berat, Bitcoin bisa memiliki "potensi kenaikan signifikan" karena tampak relatif murah dibanding emas jika dilihat dari basis volatilitas yang disesuaikan.
Sisi pasokan struktural tetap terbatas (pasokan Bitcoin tetap ≈ 21 juta koin) yang bisa menjadi bullish dalam skenario permintaan tertentu.
---
📊 Level Teknikal & Prakiraan
Dukungan & Resistensi
Zona resistensi: ~US$92.000-$94.000 telah berhasil ditembus dan kini bisa berperan sebagai resistensi.
Zona dukungan: Para analis menyarankan dukungan kunci berikutnya bisa berada di sekitar US$74.000-$76.000 jika kelemahan terus berlanjut.
Beberapa model menunjukkan jika tren berbalik, rebound bisa menargetkan US$110.000-US$118.000 pada akhir 2025. #BTC90kBreakingPoint #USStocksForecast2026 #StrategyBTCPurchase #MarketPullback #TrumpTariffs
