Berikut adalah alasan utama mengapa Bitcoin (“BTC”) jatuh
🔍 Faktor Kunci di Balik Jatuhnya
🎯 1. Angin sakal makro & kebijakan moneter
Para investor berharap akan ada pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve, yang cenderung meningkatkan aset berisiko seperti kripto. Namun, data terbaru dan komentar Fed menunjukkan bahwa pemotongan mungkin akan tertunda atau lebih kecil dari yang diharapkan.
Dengan suku bunga tetap lebih tinggi lebih lama, biaya kesempatan untuk memegang aset non-yielding seperti Bitcoin meningkat → selera risiko berkurang.
Sentimen risiko: saat aset spekulatif lainnya (saham teknologi, dll.) goyang, BTC terpengaruh.
🎯 2. Aliran institusional & tekanan likuiditas
Aliran keluar yang signifikan dari Bitcoin ETF (dana yang diperdagangkan di bursa) dan kendaraan institusional lainnya. Ketika pemegang besar menjual, itu menciptakan tekanan pasokan.
Sinyal on-chain menunjukkan lebih banyak BTC yang bergerak ke bursa (tanda niat untuk menjual) dan meningkatnya cadangan bursa.
Posisi terleverage besar dan perdagangan margin: ketika harga turun, likuidasi paksa dapat beruntun dan mempercepat penurunan.
🎯 3. Rincian teknis & perubahan sentimen pasar
Harga telah menembus zona support kunci (misalnya, menembus zona US$ 90.000+) dan itu memicu stop-loss, kepanikan, dan penjualan lebih lanjut.
Sentimen telah beralih dari “keserakahan” ke “ketakutan”, yang sering mengarah pada pembeli yang lebih lemah, penjual yang lebih kuat — lebih banyak penurunan daripada kenaikan.
🎯 4. Korelasi dengan aset risiko yang lebih luas
Bitcoin tidak lagi sepenuhnya terisolasi; ketika saham dan aset berisiko tinggi lainnya turun, BTC sering mengikuti. Sebagai contoh, pembalikan tajam dalam saham terkait dengan penurunan Bitcoin.
✅ Ringkasan dalam satu kalimat
Bitcoin sedang anjlok karena ekspektasi kebijakan makro/moneter telah berubah, aliran institusional besar keluar, dukungan teknis telah pecah, dan sentimen telah berbalik — menciptakan kondisi yang siap untuk penurunan daripada kenaikan panjang yang aman.
