Pemimpin aset terbesar di dunia, BlackRock ($11,6 triliun aset di bawah manajemen) secara tegas menandai titik-titik di atas huruf 'i' mengenai peran bitcoin. Menurut Robert Mitchnick, kepala divisi aset digital BlackRock, investor institusional melihat $BTC secara eksklusif sebagai 'emas digital' — aset pelindung dan cadangan nilai, bukan sebagai alat pembayaran.

"Klien tidak meminta kami untuk menggunakan bitcoin untuk pembayaran. Mereka hanya tertarik pada eksposur harga," kata Mitchnik di konferensi Digital Asset Summit 2025. Menurutnya, 97 % aliran ke ETF spot IBIT adalah posisi jangka panjang, bukan upaya untuk membelanjakan koin.

Ini dikonfirmasi oleh statistik internal: rata-rata periode pemegangan aset di IBIT melebihi 18 bulan. BlackRock melihat bitcoin sebagai alternatif emas dalam portofolio dana pensiun, dana kedaulatan, dan perusahaan asuransi. Fungsi pembayaran menjadi kurang penting bahkan setelah penerapan Lightning Network dan Ark.

Analis perusahaan memprediksi bahwa pada tahun 2030 pangsa BTC dalam cadangan global institusi akan meningkat menjadi 2–5 %, tetapi sebagai "store of value", bukan "medium of exchange". Ini menjelaskan mengapa BlackRock aktif mempromosikan staking-ETF di Ethereum, tetapi tidak merencanakan produk pembayaran berbasis bitcoin.

Bagi pengguna ritel, ini adalah sinyal: modal institusional mendukung harga, tetapi tidak akan mendorong adopsi massal BTC sebagai uang. Masa depan pembayaran adalah untuk stablecoin dan solusi L2.

Berlangganan di #MiningUpdates — di sini berita yang menggerakkan pasar muncul paling cepat!

#bitcoin #blackRock #CryptoNews #InstitutionalAdoption #DigitalGold" #Investing #BTC