Catatan: Ini adalah sudut pandang pendidikan – bukan saran investasi

✅ 1. Harga turun = biaya partisipasi lebih rendah

• Ketika BTC turun, risiko 'membeli di puncak' lebih rendah dibandingkan dengan fase FOMO.

• Pendatang baru memiliki kesempatan untuk memulai dengan modal kecil namun masih dapat mengumpulkan jumlah BTC yang relatif baik.

✅ 2. Siklus pasar selalu memiliki fase koreksi
Sejarah Bitcoin menunjukkan:

• Setelah setiap siklus kenaikan yang tajam → penurunan yang dalam → akumulasi → kenaikan kembali.

• Fase penurunan biasanya adalah saat “tangan lemah” meninggalkan pasar, sementara investor jangka panjang mulai mengumpulkan.

✅ 3. Aktivitas on-chain sering menunjukkan tanda-tanda zona dasar

Beberapa sinyal on-chain sering dianggap positif ketika BTC turun:

• MVRV rendah → investor rata-rata sedang rugi, dekat dengan zona harga “nilai”.

• Jumlah dompet kecil (ritel) meningkat → orang baru mengakumulasi.

• Hashrate masih kuat → jaringan Bitcoin stabil, penambang tidak panik.

✅ 4. Psikologi pasar ketakutan = peluang

Indeks Fear & Greed sering jatuh ke titik terendah ketika BTC turun.

Dalam sejarah, wilayah Fear yang kuat sering bertepatan dengan fase harga diskon.

✅ 5. Suasana berkurang FOMO, mudah untuk belajar – mudah untuk mengamati

Saat pasar tenang:

• Orang baru memiliki waktu untuk memahami pengetahuan tanpa takut terbawa arus kenaikan yang cepat.

• Lebih mudah untuk melatih disiplin (DCA, alokasi modal, manajemen risiko…).

✅ 6. DCA menjadi menarik

Dalam fase harga turun:

• Metode DCA membantu menetralkan risiko dan mengakumulasi BTC seiring waktu.

• Orang baru tidak perlu menangkap dasar tetapi masih memiliki strategi jangka panjang yang masuk akal.

Saran umum untuk orang baru:

• Fokuslah pada pengetahuan, manajemen risiko, jangan gunakan leverage.

• Anggap BTC sebagai akumulasi jangka panjang, jangan “cepat kaya”.

• Hanya investasikan uang yang dapat Anda terima risikonya.