$3,5 miliar akan dialokasikan untuk penelitian dan pengembangan jaringan AI.
$500 juta akan digunakan untuk memperluas produksi di AS.
Perusahaan memperkuat strateginya setelah peringatan tentang keuntungan dan risiko perdagangan.
Perusahaan Nokia mengumumkan rencana untuk menginvestasikan $4 miliar dalam pengembangan teknologi jaringan berbasis kecerdasan buatan di AS. Produsen mengklarifikasi bahwa fokus utama akan diberikan pada penelitian dan pengembangan, dan sebagian dana akan dialokasikan untuk memperluas kapasitas produksi.
Menurut data Nokia, $3,5 miliar dialokasikan untuk R&D di bidang jaringan AI dan solusi telekomunikasi canggih. Selain itu, $500 juta akan menjadi investasi modal dalam produksi di sejumlah negara bagian, termasuk Texas, New Jersey, dan Pennsylvania.
Perusahaan mengelola lebih dari selusin bisnis di Amerika Utara dan memiliki pusat penelitian Bell Labs.
Strategi baru Nokia, yang diperkenalkan minggu ini, berfokus pada optimalisasi operasi dan percepatan pengembangan produk dengan penerapan AI. CEO Justin Hotard, yang sebelumnya bekerja di Intel, menekankan bahwa perusahaan fokus pada negara-negara yang "menghargai teknologi barat" dan membutuhkan infrastruktur komunikasi yang berkelanjutan.
Rencana investasi disampaikan di tengah peringatan tentang laba, yang diterbitkan pada Juli 2024. Saat itu Nokia menunjukkan dampak tarif, melemahnya dolar, dan meningkatnya kecenderungan produsen asing untuk memindahkan sebagian kapasitasnya ke AS untuk mengurangi risiko perdagangan.
Paket investasi baru dimaksudkan untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar kunci.
Dalam kondisi tidak adanya produsen telekomunikasi besar dari Amerika, persaingan di pasar AS dijaga oleh tiga pemain: Nokia, Ericsson, dan Samsung. Penguatan keberadaan perusahaan di negara ini, menurut para analis, dapat menjadi faktor penting dalam siklus teknologi mendatang yang terkait dengan jaringan AI dan infrastruktur 5G.
"Investasi Nokia sebesar $4 miliar adalah kemenangan lain bagi administrasi Trump untuk Amerika," kata Menteri Perdagangan Howard Lutnick.
Presiden Finlandia Alexander Stubb sebelumnya mengonfirmasi bahwa Nokia adalah salah satu isu kunci dalam pembicaraannya dengan Presiden AS Donald Trump. Menurut para ahli, ini menunjukkan pentingnya strategis perusahaan untuk kemitraan teknologi transatlantik.
\u003ct-17/\u003e \u003ct-19/\u003e \u003ct-21/\u003e \u003ct-23/\u003e
\u003cc-38/\u003e
