Saat dunia mengarahkan pandangannya menuju pertemuan Federal Reserve pada Desember 2025, data dari alat analitik unggulan CME — Alat CME FedWatch — menunjukkan kemungkinan yang semakin besar bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

Selama beberapa minggu terakhir, probabilitas ini telah melonjak — dalam beberapa laporan meningkat dari sekitar 40% menjadi lebih dari 70%, saat investor dan pedagang merespons sinyal ekonomi yang berkembang. Perubahan ini mencerminkan kekhawatiran yang meningkat bahwa pasar tenaga kerja AS sedang mendingin dan bahwa inflasi — meskipun masih persisten — mungkin bergerak menuju stabilitas, memberi pembuat kebijakan ruang untuk melonggarkan kebijakan.

Bagi banyak pengamat pasar, pemotongan potensial ini dapat menandai pivot yang signifikan dalam kebijakan moneter — terutama setelah periode pengetatan yang mendorong suku bunga acuan ke kisaran 3.75%-4.00%. Keputusan untuk mengurangi suku bunga kembali ke 3.50%-3.75% kemungkinan akan membangkitkan optimisme baru di antara para investor, peminjam, dan sektor yang sensitif terhadap risiko.

Tetapi jalannya tidak pasti. Di dalam Fed masih ada pandangan yang berbeda tentang waktu dan kebutuhan untuk pelonggaran lebih lanjut. Beberapa pejabat khawatir bahwa menurunkan suku bunga terlalu cepat bisa memicu inflasi kembali, terutama jika data secara tak terduga berbalik arah.

Namun, untuk saat ini, angka-angka tidak berdusta: menurut harga berbasis futures CME, kemungkinan pemotongan suku bunga pada bulan Desember sangat tinggi — dan banyak di dunia keuangan yang bersiap untuk apa yang bisa menjadi awal dari siklus pelonggaran baru.


#FedCut #FedCutExpectation