Di media sosial semua orang memamerkan grafik keuntungan beberapa kali lipat dari 'anjing emas' tersebut, kode berderet di grup, semua orang terlihat seperti sedang mengumpulkan uang dengan mudah. Jujur saja, saya tidak ikut. Bukan karena tidak ingin untung, tapi luka terakhir kali terjebak di puncak belum sepenuhnya sembuh.

Jangan bicara lagi tentang 'investasi nilai' atau 'analisis jalur', akui saja, menghadapi tren seperti ini, kita hanyalah sedang bertaruh. Melihat garis hijau melonjak naik, tangan jadi gemetar, ingin ikut tapi takut terjebak. Perasaan bimbang ini lebih menyakitkan daripada putus cinta.

Dulu selalu merasa bisa memahami grafik candlestick, sekarang baru mengerti, di dunia ini, keberuntungan seringkali lebih penting daripada akal. Terkadang setelah mempelajari buku putih semalaman, hasilnya justru kalah dengan orang yang hanya menebak secara acak berdasarkan kode emoji. Perasaan tidak berdaya seperti ini benar-benar menyiksa.

Menutup komputer, tetap harus menghadapi saldo rekening bank yang tidak terlalu kaya. Untung hanya untuk menambah beberapa hidangan, rugi pun tidak berani bilang ke keluarga, hanya bisa turun malam-malam untuk merokok mengatasi. Kita semua hanya ingin mencuri sedikit uang saku di pasar yang gila ini.

Mengakui bahwa diri sendiri hanyalah orang biasa yang ingin cepat kaya tetapi takut kalah, itu cukup baik. Jika lambat, ya lambat saja, setidaknya malam ini tidak ada posisi, bisa tidur nyenyak.