Pengantar:
Seiring dengan ekspansi cepat teknologi blockchain, masalah skalabilitas—kecepatan yang lambat dan biaya yang tinggi—pada jaringan Layer 1 yang mendasar seperti Ethereum telah menjadi semakin mendesak. Solusinya bukanlah mengganti Layer 1, tetapi membangun di atasnya. Di sinilah solusi skalabilitas Layer 2 (L2) masuk, dan pertumbuhannya telah menjadikannya salah satu topik terpanas untuk diskusi dan investasi di platform seperti Binance Square.

Apa Itu Solusi Skalabilitas Layer 2?
Layer 2 adalah protokol atau kerangka kerja sekunder yang dibangun di atas blockchain dasar (Layer 1) untuk mengalihkan pemrosesan transaksi. Dengan menangani transaksi di luar rantai dan kemudian "menggulir"nya kembali ke rantai utama dalam kelompok, mereka secara dramatis meningkatkan throughput dan mengurangi biaya, sambil mewarisi keamanan dari Layer 1 yang mendasarinya.

Mengapa L2 Mendapat Momentum
Peralihan menuju L2 didorong oleh inovasi teknis dan dinamika pasar:

  • Transaksi yang Lebih Cepat dan Lebih Murah: Untuk pengguna sehari-hari, L2 menawarkan pengalaman yang jauh lebih baik, dengan transaksi hampir instan dan biaya gas yang merupakan fraksi dari biaya di mainnets yang padat.

  • Katalis Adopsi Utama: Biaya yang lebih rendah dan pengalaman pengguna yang lebih mulus menghilangkan hambatan signifikan untuk adopsi massal di bidang seperti permainan Web3, NFT, dan DeFi.

  • Teori "Blockchain Modular": Keyakinan bahwa blockchain harus berspesialisasi dalam fungsi tertentu (misalnya, Ethereum untuk keamanan, L2 untuk eksekusi) menjadi narasi yang dominan. Desain "modular" ini memungkinkan seluruh ekosistem untuk berkembang dengan lebih efisien.

  • Pertumbuhan Ekosistem yang Luas: L2 tidak lagi hanya tentang kecepatan; mereka adalah ekosistem yang berkembang dengan dApps, likuiditas, dan pengembang mereka sendiri. Proyek seperti Arbitrum (ARB)danOptimism(cap A cap R cap B close paren a n d cap O p t i m i s m open paren𝐴𝑅𝐵)𝑎𝑛𝑑𝑂𝑝𝑡𝑖𝑚𝑖𝑠𝑚(OP) memiliki lanskap DeFi yang dinamis dan aplikasi baru.

  • Kemajuan Teknologi Zero-Knowledge (ZK): ZK-rollup dari proyek seperti StarkNet (STRK)danzkSync(cap S cap T cap R cap K close paren a n d z k cap S y n c open paren𝑆𝑇𝑅𝐾)𝑎𝑛𝑑𝑧𝑘𝑆𝑦𝑛𝑐(ZK) menawarkan skalabilitas yang luar biasa dengan fitur privasi yang lebih kuat, mendorong batasan dari apa yang mungkin.

Pemain Kunci dalam Ekosistem L2

  • Arbitrum ($ARB): L2 terkemuka yang menggunakan Optimistic Rollups. Ini memiliki ekosistem DeFi yang besar dan berkembang serta menguasai bagian signifikan dari pasar L2.

  • Optimism ($OP): Pemain besar lain dalam Optimistic Rollup, Optimism mendorong visi "Superchain", jaringan L2 yang berbagi keamanan dan komunikasi.

  • StarkNet ($STRK) dan zkSync ($ZK): Protokol ini menjadi pelopor penggunaan bukti Zero-Knowledge untuk skalabilitas, menawarkan generasi baru efisiensi dan keamanan.

  • Polygon ($MATIC): Solusi skalabilitas asli, Polygon telah berkembang untuk mengintegrasikan teknologi ZK dengan zkEVM-nya, tetap sangat relevan dalam perlombaan L2.

Kesimpulan: Apa yang Diharapkan Selanjutnya
Lomba skalabilitas masih jauh dari selesai. Seiring dengan lebih banyak modal dan sumber daya pengembangan mengalir ke L2, kita dapat mengharapkan inovasi yang berkelanjutan, interoperabilitas yang meningkat, dan munculnya rantai khusus aplikasi ("appchains"). Bagi pengguna Binance, mengikuti tren ini memberikan wawasan tentang dari mana gelombang pertumbuhan Web3 berikutnya akan berasal.

Panggilan untuk Bertindak:
Proyek Layer 2 mana yang Anda pikir akan keluar sebagai yang teratas? Bagikan pilihan Anda di kolom komentar dan beri tahu kami mengapa! 👇

#l2 #Layer2 #ScalingSolutions #Web3 #BinanceSquare