Menurut data CryptoQuant dan Glassnode, pada bulan Desember 2025, cadangan bitcoin di bursa terpusat turun menjadi 2,3 juta $BTC — level terendah sejak Februari 2018. Dalam 30 hari terakhir, investor menarik 87 000 BTC, dan dalam setahun — lebih dari 650 000 BTC. Kecepatan penarikan bahkan melebihi angka pasca-halving tahun 2020 dan 2024.

Analis menjelaskan ini dengan tiga faktor:
1) Pemain institusional (MicroStrategy, BlackRock, Fidelity) terus mengakumulasi BTC di penyimpanan dingin.
2) Investor retail secara massal beralih ke self-custody setelah serangkaian serangan hacker pada bursa.
3) Popularitas bitcoin-ETF di AS dan Eropa: investor membeli sekuritas, bukan aset itu sendiri di pasar spot.
Ketika pasokan di bursa jatuh di bawah 2,5 juta BTC, secara historis siklus bullish yang kuat mulai terjadi. Saat ini, rasio cadangan bursa terhadap total pasokan hanya 11,6%. Ki Young Ju (CryptoQuant) memperkirakan: jika laju penarikan tetap sampai akhir tahun 2026, akan ada kurang dari 1,8 juta BTC yang tersisa di bursa.
Ini adalah kejutan pasokan klasik: permintaan meningkat, sementara bitcoin yang likuid menjadi sangat sedikit. Analis JPMorgan dan Standard Chartered telah meningkatkan proyeksi target menjadi $150–180 ribu pada tahun 2026.
Apakah Anda siap untuk pertumbuhan parabola baru?
Ikuti #MiningUpdates untuk mendapatkan data terbaru tentang penawaran dan pergerakan bitcoin setiap hari!
#BitcoinSupply #ExchangeReserves #BTCHODL #SupplyShock #CryptoMarket #BullRun2026