🧠 Psikologi Trader: Ringkasan dalam Teks Video (David)

Mark mulai analoginya dari 0:46, membandingkan trading dengan kasino. Ia berargumen bahwa, jika kasino dapat memperoleh keuntungan yang konsisten dengan mengatasi peristiwa hasil acak (seperti dalam satu tangan blackjack), trader juga dapat melakukan hal yang sama.

Kunci untuk kesuksesan ini, seperti yang dijelaskan mulai dari 1:07, adalah memperoleh pola pikir yang tepat. Pola pikir ini memerlukan kepercayaan, dan bukan hanya pemikiran, bahwa segala sesuatu dapat terjadi kapan saja.

Mulai dari 1:26, dia mengembangkan gagasan bahwa setiap momen pasar adalah unik. Ini adalah gagasan yang sulit dipahami (1:50) karena cara otak dirancang. Pikiran kita secara alami dirancang untuk berpikir melalui asosiasi (2:05), menghubungkan momen saat ini dengan kenangan dan pengalaman masa lalu (masa lalu kita). Jika pasar benar-benar unik setiap saat, mekanisme mental ini tidak memproses informasi secara konsisten dengan kenyataan.

Pembicara menggambarkan konsekuensi dari asosiasi ini:

  • Hasil Pemenang (2:40): Setelah serangkaian kemenangan, pikiran mengaitkan peluang berikutnya dengan keberhasilan, menyebabkan keadaan euforia (3:23) dan potensi melakukan kesalahan, seperti kesalahan manajemen risiko atau masuk trading terlalu awal (4:00).

  • Hasil Kekalahan (4:13): Setelah serangkaian kekalahan, pikiran mengaitkan peluang berikutnya dengan hasil negatif, menyebabkan keadaan takut dan membuat trader menghindari trading, meskipun peluang tersebut sesuai dengan strateginya.

Pelajaran besar dari kasino diulang pada 4:36: trader tidak perlu tahu apa yang akan terjadi selanjutnya untuk mendapatkan uang. Keyakinan bahwa kita tahu hasilnya adalah yang membuat kita melakukan kesalahan trading dan menciptakan drawdown besar yang mematikan (5:11).

Pada 5:31, dia mencoba membuktikan konsep keunikan, menjelaskan bahwa gerakan konstan semua atom dan molekul (6:22) mencegah setiap momen menjadi persis sama dengan momen sebelumnya. Keyakinan ini membuat lebih mudah, mulai dari 7:00, menetralkan mekanisme otomatis pikiran.

Contoh uang gratis di jalan (7:17) digunakan untuk menunjukkan bagaimana keyakinan orang memengaruhi tindakan mereka (9:52). Orang-orang yang mengabaikan sinyal melakukannya karena beroperasi berdasarkan keyakinan bahwa uang gratis tidak ada (10:56). Perilaku selalu merupakan cerminan dari keyakinan.

Mulai dari 11:50, dia menyatakan bahwa konsistensi adalah hasil dari keadaan mental, idealnya keadaan percaya diri dan tenang. Konflik antara bukti (sinyal) dan keyakinan (uang gratis tidak ada) menciptakan konflik mental (13:35), yang diselesaikan dengan justifikasi bahwa orang itu berbahaya (takut).

Pembicara membahas bahaya kehilangan peluang (missed opportunity) pada 17:04. Kondisi positif seseorang yang mendapat $20 bisa dengan cepat berubah menjadi negatif ketika berpikir: "Mengapa saya tidak meminta $100?".

Pada 18:06, dia menjelaskan bahwa ketakutan memiliki efek merusak terhadap objektivitas. Ketakutan menyempitkan fokus perhatian (18:20) pada objek ketakutan, sehingga membuat trader menciptakan pengalaman yang berusaha dihindari (misalnya, takut salah membuat trader menafsirkan informasi untuk membuktikan dia salah). Keserakahan (19:08) diidentifikasi sebagai ketakutan bahwa "tidak akan cukup".

Contoh grafik pada 20:10 menjelaskan buta perseptual yang disebabkan oleh ketakutan:

  • Takut Salah (22:17): Trader hanya fokus pada kenaikan harga (gerakan menguntungkan) dan membuat penurunan harga (gerakan merugikan) tidak terlihat, karena mekanisme otomatis menghindari rasa sakit informasi (23:26).

  • Titik Keluar (25:06): Trader hanya akan keluar ketika rasa takut kehilangan lebih banyak uang melebihi rasa takut mengakui kesalahan (26:12). Ketakutan membuat trader buta terhadap pola tren yang jelas (27:16).

  • Takut Melewatkan Uang (27:31): Dalam trading yang menguntungkan, ketakutan membuat trader fokus pada penurunan harga, memaksa mereka keluar lebih awal, sehingga kerugian terus berjalan dan keuntungan dipotong terlalu cepat (28:20).

Solusi untuk konsistensi (28:49) adalah mencapai keadaan di mana informasi pasar tidak diartikan sebagai sesuatu yang menyakitkan. Kuncinya adalah mengubah cara berpikir (34:15), menyelaraskan pikiran dengan kebenaran pasar, lima keyakinan mendasar (34:48).

Bagian akhir video, mulai dari 36:27, sepenuhnya fokus pada metode praktis untuk memasukkan lima kebenaran mendasar ke dalam pikiran trader dan mencapai konsistensi.

🛠️ Metode untuk Memperoleh Keterampilan dan Konsistensi

Mulai dari 36:27, pembicara menyatakan bahwa mungkin untuk mengatasi hambatan mental dan kuncinya adalah membangun program pelatihan (36:51). Tujuan utama bukan untuk mendapatkan uang, tetapi untuk memperoleh keterampilan (37:05). Uang akan menjadi hasil sampingan dari tingkat keterampilan mental yang diperoleh.

Program pelatihan harus dirancang secara khusus untuk satu tujuan: belajar percaya pada lima kebenaran mendasar pada tingkat inti (37:18 – 37:46), tanpa konflik.

1. Membuat Sistem Mekanis (38:05)

Pembicara menyarankan membuat sistem mekanis di mana variabel masuk dan keluar sangat tepat, tanpa ruang untuk subjektivitas atau penilaian pribadi (38:12 – 38:25).

  • Contoh Praktis (38:35): Gunakan e-mini S&P (ES) atau Nasdaq, tetapkan target risiko/keuntungan tetap, misalnya "risiko 2 untuk dapatkan 2" (dua tick untuk dapatkan dua tick).

  • Alat yang Disarankan (39:05): Gunakan silang sederhana stokastik (Stochastics) pada grafik tiga menit (atau tunggu adanya divergensi antara harga dan stokastik (39:17)).

  • Eksekusi Tepat (39:48): Trader harus menunggu silang yang tepat dan masuk pasar pada pembukaan candle berikutnya (40:05), memastikan eksekusi bersifat mekanis dan langsung.

2. Trading dalam Sampel 20 Trading (40:26)

Kunci dari latihan bukan kinerja strategi, tetapi proses mental. Trader harus berdagang dalam sampel 20 hingga 30 trading (40:33).

  • Aturan Dasar (41:26): Sangat dilarang mengubah variabel di tengah sampel. Hasil dari setiap trading individu tidak relevan; yang penting adalah hasil dari keseluruhan 20 trading.

  • Tujuan Pelatihan (41:50): Dengan 20 operasi ini, trader sedang melatih pikiran untuk meyakinkan diri bahwa dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dan tidak perlu tahu untuk mendapatkan uang (41:56 – 42:01).

3. Eksekusi Sempurna (42:21)

Analisis tidak menghasilkan uang; hanya eksekusi trading yang melakukannya (42:37). Tujuan trader adalah mencapai eksekusi sempurna (42:34), mengambil semua sinyal yang dihasilkan dari sampel.

  • Menghadapi Konflik (42:46): Pembicara memberikan contoh sedang dalam rangkaian tiga kekalahan dan harus menghadapi sinyal berikutnya (42:51). Pikiran trader akan berteriak: "Tidak, ini pasti kekalahan!" (43:02).

  • Lompatan Kepercayaan (43:14): Ketika trader berhasil mengatasi pikiran konflik ini dan tetap melakukan trading (dan ternyata menjadi pemenang), secara otomatis dia menghilangkan energi dari setiap keyakinan internal yang berargumen melawan tindakan yang tepat (43:27 – 43:32).

4. Ujian Akhir Integrasi (43:45)

Trader akan tahu bahwa dia telah mengintegrasikan lima keyakinan mendasar ketika mampu menyelesaikan sampel lengkap 20 trading dengan sempurna, tanpa pikiran konflik atau kompetitif (43:50 – 44:03).

Pentingnya Keterampilan Mental (44:22)

Pembicara menyarankan menggunakan modal minimal (44:29), karena latihan ini bukan tentang mendapatkan uang, tetapi tentang membangun keterampilan mental (44:40 – 44:46). Ini adalah proses belajar keterampilan yang sama seperti dalam aktivitas lain (golf, tenis), tetapi dalam kasus ini, keterampilannya adalah mental (44:56).

Mengapa Rasa Sakit Terjadi (46:00)

Dalam sesi tanya jawab, pembicara menjelaskan bahwa rasa sakit emosional disebabkan oleh perbedaan antara harapan dan kenyataan (46:45). Harapan adalah representasi mental tentang bagaimana momen berikutnya seharusnya.

  • Jika ada kesesuaian 100% antara keyakinan kita dan kenyataan, maka harapan kita akan selalu terpenuhi dan kita akan berada dalam keadaan kepuasan yang konstan (46:14).

  • Karena kita tidak bisa mengendalikan pasar (47:40), satu-satunya hal yang bisa kita kendalikan adalah keyakinan kita sendiri, dengan menyelaraskan keyakinan tersebut dengan sifat probabilitas pasar (47:45 – 47:57).

Kisah Trader Obligasi (51:00)

Pembicara berbagi kisah seorang trader obligasi yang, meskipun memiliki sistem sederhana dan akurat (risiko 3 tick untuk keuntungan resistance), tidak bisa mengeksekusi aturan karena takut salah (52:43 – 52:50). Setelah kehilangan banyak uang, dia akhirnya setuju melakukan latihan mental:

  • Latihan Agony (54:51): Setelah memasuki trading, dia wajib menaruh tangan di saku, berbalik, dan menatap jam dinding, menghadapi rasa sakit mental konflik selama waktu sepanjang mungkin. Trading hanya berakhir jika mencapai stop-loss, target keuntungan, atau setelah 20 menit (55:05 – 55:11).

  • Hasil (55:23): Dia bekerja keras untuk menghadapi setiap detik rasa sakit, hingga rasa sakit itu hilang. Kemudian dia mulai sukses dalam trading.

  • Kesimpulan (55:42): Jika ada konflik, jangan lari, hadapi dan hadapi saja (confront it and do it anyway) (55:48).

56:49: Dia menekankan kembali: Memahami pasar (analisis teknikal) tidak akan memberi trader mentalitas yang dibutuhkan. Mentalitas harus datang terlebih dahulu.

#LearningTogether
#learningbyearning
#LearningOpportunity
$LUNA