"Paus" Bitcoin, yang merupakan investor atau entitas yang memegang jumlah koin yang sangat besar (biasanya 1.000 BTC atau lebih), memiliki kekuatan untuk secara signifikan mempengaruhi pasar karena volume transaksi mereka.
Mereka dapat menggunakan berbagai taktik untuk memanipulasi atau, setidaknya, mempengaruhi harga dan sentimen pasar:
🐋 Taktik Manipulasi dan Pengaruh
* Penjualan Dalam Skala Besar (Pelepasan):
* Seekor paus dapat menjual jumlah Bitcoin yang masif sekaligus, yang tiba-tiba meningkatkan penawaran di buku pesanan sebuah bursa.
* Ini dapat menyebabkan penurunan tajam dalam harga, menyebabkan kepanikan atau "ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan" (FUD) di antara investor ritel ("ikan kecil"), yang juga dapat mulai menjual, memperburuk penurunan. Paus kemudian dapat mencoba membeli kembali pada harga yang lebih rendah.
* Pembelian Dalam Skala Besar (Akumulasi):
* Dengan cara yang sama, pesanan beli besar dapat meningkatkan permintaan dan cepat menaikkan harga.
* Ini dapat menghasilkan FOMO (Fear of Missing Out - Takut Kehilangan Kesempatan) di investor lain, yang masuk ke pasar karena takut kehilangan kenaikan, semakin mendorong harga, saat di mana paus dapat memutuskan untuk menjual sebagian kepemilikannya dengan keuntungan.
* Pesanan Palsu (Spoofing):
* Menempatkan pesanan beli atau jual besar pada tingkat harga (di buku pesanan) dengan niat untuk membatalkannya sebelum dieksekusi.
* Ini menciptakan ilusi permintaan atau penawaran tinggi pada tingkat tertentu, memanipulasi perasaan trader lain agar membeli atau menjual ke arah itu.
* Pesanan Tersembunyi (Iceberg Orders):
* Terdiri dari membagi pesanan besar menjadi beberapa pesanan kecil dan menyembunyikannya, sehingga hanya sebagian kecil yang terlihat di buku pesanan dari sebuah bursa.
* Ini memungkinkan paus untuk membeli atau menjual volume besar tanpa menyebabkan dampak langsung dan terlihat pada harga, menghindari menarik perhatian.
* Pengaruh di Media/Sosial Media:
* Paus, atau orang-orang yang berhubungan dengan mereka, dapat menggunakan pengaruh dan kehadiran mereka di media sosial atau komunitas kripto untuk membentuk narasi.
* Misalnya, mereka dapat menyebarluaskan berita atau pendapat yang mendukung posisi mereka, baik untuk mendorong pembelian (sebelum mereka menjual) atau untuk menciptakan FUD (sebelum mereka membeli dengan harga rendah).
📝 Catatan Penting
Penting untuk dicatat bahwa banyak dari pergerakan paus dilakukan di meja OTC (Over-The-Counter), di luar bursa publik. Ini dilakukan untuk menghindari agar volume perdagangan yang besar tidak menyebabkan dampak langsung dan tidak diinginkan pada harga yang akan terjadi jika dieksekusi di bursa terbuka.
Meskipun paus memiliki kekuatan pengaruh dalam jangka pendek, harga Bitcoin dalam jangka panjang ditentukan oleh faktor makroekonomi, adopsi institusional, dan dinamika fundamental jaringan.
Kita tidak bisa lupa bahwa selalu ada manipulasi pasar dalam sejarah.
Lihat contoh di JALUR SUTRA KUNO
🤔 Manipulasi Pasar di Jalur Sutra Kuno
Jalur Sutra bukanlah satu jalan, tetapi merupakan jaringan luas dari rute darat dan laut yang menghubungkan Timur (terutama China) ke Barat, meliputi ribuan tahun.
Konsep "manipulasi pasar" pada masa itu berbeda dari praktik modern (seperti perdagangan orang dalam atau pembuangan negara), tetapi memang ada mekanisme yang sangat memengaruhi harga dan aliran barang.
Faktor-faktor utama yang menyebabkan manipulasi atau penetapan harga tinggi di Jalur Sutra termasuk:
1. Monopoli dan Kontrol Penawaran
* Monopoli Sutra: Selama berabad-abad, China memegang monopoli produksi sutra, salah satu barang paling berharga di jalur tersebut. Kontrol eksklusif terhadap sumber memastikan bahwa orang China dapat mempertahankan harga tinggi, terutama untuk pasar Barat, seperti Kekaisaran Romawi, yang sangat menginginkan produk tersebut.
* Kontrol Rute: Kekaisaran dan kelompok pedagang di titik-titik strategis rute (seperti sogdian di Asia Tengah atau bizantium di pelabuhan kunci) dapat mengendalikan akses dan transit barang. Dengan menguasai bagian tertentu, mereka menjadi perantara yang sangat diperlukan, menaikkan harga di setiap "tahapan" perjalanan.
2. Margin Keuntungan Tinggi dari Penjualan Kembali
* Jalur Sutra sebagian besar tidak melibatkan perdagangan langsung antara produsen akhir (di China, misalnya) dan konsumen akhir (di Roma).
* Banyak Perantara: Barang-barang melewati tangan banyak pengecer sepanjang 7.000 km. Masing-masing menambahkan margin keuntungan mereka, membuat barang-barang mewah — seperti sutra, rempah-rempah, dan batu permata — sangat mahal bagi konsumen di akhir jalur. Ini digambarkan sebagai barang-barang mewah yang diperdagangkan dari satu pengecer ke pengecer lainnya, menghasilkan harga tinggi pada barang-barang.
3. Faktor Risiko dan Biaya
Meskipun bukan manipulasi langsung, faktor-faktor ini menciptakan kondisi kelangkaan dan membenarkan harga tinggi:
* Risiko Perjalanan: Rute itu panjang dan berbahaya (perampokan, kondisi cuaca ekstrem, penyakit). Risiko kehilangan barang sangat tinggi, yang memerlukan margin keuntungan yang jauh lebih besar untuk mengkompensasi para pedagang.
* Pajak dan Tol: Kekaisaran dan pemimpin lokal sepanjang jalan seringkali memberlakukan pajak dan tol yang tinggi pada kafilah, secara signifikan meningkatkan biaya dan, akibatnya, harga akhir.
* Informasi Terbatas: Keterlambatan dalam komunikasi dan kurangnya pasar global yang transparan berarti bahwa para pedagang dapat memanfaatkan kurangnya informasi tentang penawaran dan permintaan di daerah yang jauh, membebankan harga yang lebih tinggi di mana kelangkaan dirasakan.
Secara singkat, "manipulasi pasar" di Jalur Sutra lebih didasarkan pada kontrol geografis, monopoli produksi (seperti sutra) dan struktur penjualan kembali yang berisiko tinggi, daripada pada regulasi keuangan yang kompleks yang kita kenal sekarang.
Semoga berhasil untuk semua!
Ikuti saya agar kita tidak hanya menjadi pemberi informasi, tetapi juga seperti teman, dan bersama-sama, kita bersatu untuk membuat manipulasi tidak seefektif itu.
SELAMAT TINGGAL...!!!🐳