🇯🇵 Bank of Japan Siap untuk Kenaikan Suku Bunga: Apa yang Diperhatikan Pasar
Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 bps, dari 0,50% menjadi 0,75%, pada pertemuan 18–19 Desember 2025.
Ini akan menjadi kenaikan pertama sejak Januari, dan survei terbaru Reuters menunjukkan sebagian besar ekonom mengharapkan langkah ini.
🔍 Mengapa BoJ Siap untuk Kenaikan
Inflasi di atas 2% selama lebih dari tiga tahun, sementara suku bunga riil tetap sangat rendah.
Yen yang lemah, meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi yang diimpor.
BoJ ingin memberikan sinyal normalisasi sambil menjaga kebijakan secara bertahap dan berbasis data, menghindari komitmen yang tegas pada "suku bunga netral," yang dianggapnya sangat tidak pasti.
📉 Apa yang Terjadi di Pasar Obligasi
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) telah bergerak naik tajam:
JGB 10-tahun telah mencapai sekitar 1,97%, level tertinggi dalam hampir 18 tahun.
Gubernur Ueda mencatat bahwa pergerakan tersebut telah "cukup cepat," tetapi BoJ enggan untuk campur tangan kecuali pergerakan pasar menjadi didorong oleh kepanikan.
📊 Dampak pada Pasar dan Crypto
Jangka pendek (risiko):
suku bunga BoJ yang lebih tinggi dan yen yang mungkin lebih kuat dapat mengurangi selera risiko global
perdagangan carry yang kurang menarik dapat memberikan tekanan pada aset yang bergejolak, termasuk crypto
Jangka menengah (peluang):
jika BoJ mengkomunikasikan gradualisme dengan jelas, itu dapat mengurangi ketidakpastian makro dan membantu menstabilkan pasar Asia
👀 Hal-Hal Penting yang Perlu Diperhatikan di Pertemuan
1️⃣ Konfirmasi kenaikan 0,75% dan nada panduan ke depan
2️⃣ Komentar tentang kekuatan yen, upah, dan inflasi
3️⃣ Setiap petunjuk tentang jalan menuju suku bunga 1% pada 2026, yang menurut beberapa survei Reuters menyarankan
Kesimpulan:
Jepang perlahan-lahan keluar dari kebijakan ultra-longgar. Kecepatan — bukan kenaikan itu sendiri — akan menjadi apa yang paling banyak direspon oleh pasar dan crypto.


