Perbedaan antara "dolar Binance" dan "dolar Bank Sentral" berkurang menjadi dua jenis kurs yang pada dasarnya berbeda:
1. Dolar Bank Sentral (Kurs Resmi)
Apa itu? Ini adalah kurs resmi dan teratur yang ditetapkan oleh Bank Sentral (BC) suatu negara (seperti BCV di Venezuela, misalnya).
Apa yang dicerminkan? Ini mencerminkan kurs resmi yang digunakan oleh lembaga besar, bank, dan seringkali untuk transaksi pemerintah. Ini adalah harga yang ditetapkan atau disetujui oleh pemerintah untuk mata uang asing.
Konteks: Di negara-negara dengan inflasi tinggi atau kontrol modal yang ketat (seperti Venezuela), tarif resmi ini sering disubsidi atau dikendalikan, dan tidak mencerminkan realitas permintaan dan penawaran dolar di jalan.
2. Dolar Binance (Tarif P2P/Pasar Nyata)
Apa itu? Merujuk pada harga USDT (Tether), sebuah cryptocurrency stabil yang nilainya dirancang untuk terikat pada dolar AS ($1 USDT $\approx$ $1 USD$), ketika diperdagangkan di pasar P2P (Peer-to-Peer) dari platform seperti Binance.
Apa yang dicerminkan? Mencerminkan "harga nyata di jalan" atau pasar bebas. Harga ini ditentukan oleh penawaran dan permintaan langsung antara pengguna.
Seorang pengguna di P2P bersedia membayar (atau menerima) sejumlah tertentu mata uang lokal (mis. bolívar) untuk USDT/USD, dan harga ini mencakup faktor-faktor seperti:
Permintaan nyata dari populasi untuk melindungi tabungan mereka dari inflasi.
Kemudahan dan kecepatan transaksi (setoran langsung ke rekening bank lokal).
Premi risiko negara.
Konteks: Di negara-negara dengan ketidakstabilan ekonomi, "dolar Binance" (atau harga P2P USDT mana pun) biasanya jauh lebih tinggi daripada kurs resmi Bank Sentral karena itu adalah harga yang sebenarnya dibayar orang untuk memiliki akses ke mata uang cadangan yang stabil (dolar digital), yang dianggap lebih aman dan tersedia secara bebas daripada bolívar atau dolar resmi.

