Trading adalah serangkaian tragedi kecil. Setiap candle merah terasa seperti pukulan di perut. Sebuah stop-loss yang terkena dapat merusak seluruh malam Anda. Anda berhenti melihat pasar, Anda hanya merasakan rasa sakit Anda sendiri. Dan ketika rasa sakit itu cukup dekat, selalu tampak lebih besar dari yang sebenarnya. 📉

Terlalu terjebak dalam detail membutakan Anda. Itu mencuri rasionalitas Anda. Setiap keputusan terasa seperti balas dendam – mencoba untuk mengembalikan kerugian, untuk menghindari merasa seperti seorang gagal. Tapi inilah yang aneh: lihat kembali tiga bulan kemudian, dan perdagangan yang sama yang merugi terasa tidak signifikan. Anda mungkin bahkan tidak ingat mengapa Anda begitu putus asa.

Dari kejauhan, Anda melihat gambar yang lebih besar. Satu kerugian hanyalah sebutir debu dalam perjalanan panjang. Rentetan kerugian hanyalah sebuah gundukan di jalan. Tidak ada jalur mulus menuju kesuksesan. Pasar mengambil uang dari mereka yang fokus pada jangka pendek. Itu memberikan imbalan kepada mereka yang dapat melihat permainan jangka panjang.

Trader jangka pendek terobsesi dengan setiap candle. Penyintas jangka panjang bertahan melewati seluruh siklus. Trader jangka pendek bertanya, “Mengapa perdagangan ini merugi?” Trader jangka panjang bertanya, “Setelah seratus perdagangan, apakah sistem ini masih valid?” Perbedaannya bukan pada teknik, tetapi pada perspektif.

Anda tidak perlu menang setiap kali. Anda hanya perlu menghindari kehilangan terlalu banyak, dan tidak menyerah terlalu cepat. Kesempatan selalu ada, tetapi hanya bagi mereka yang masih dalam permainan. Ketika Anda masih merasakan sakit dari sebuah kerugian, Anda melihat terlalu dekat. Trading tidak memerlukan kesempurnaan, itu memerlukan kesabaran.

Close-up: tragedi. Jarak: komedi. Bukan karena rasa sakit menghilang, tetapi karena Anda telah mendapatkan perspektif yang cukup untuk menyadari bahwa itu tidak pernah sepenting yang terlihat. Lupakan grafik 1 menit, 5 menit, dan 15 menit.

#TradingPsychology #LongTermInvesting #MarketPerspective #Patience 🧘‍♂️