Tahun ini hampir berakhir, pasar sering menghadapi situasi 'tampak tenang, tetapi dapat tiba-tiba berubah'. Seringkali, pendorong sebenarnya tidak ada di berita, tetapi di struktur derivatif—terutama saat jatuh tempo opsi besar (Options Expiry).
Hari ini kita akan menjelaskan dengan cara yang semudah mungkin:
Mengapa jatuh tempo opsi dapat menyebabkan BTC mengalami tarik-menarik, lonjakan, terobosan palsu, atau bahkan percepatan mendadak dalam waktu singkat?
1. Kesimpulan dalam satu kalimat
Ketika pasar memiliki posisi opsi yang sangat besar, dua hal akan terjadi menjelang jatuh tempo:
Pembuat pasar/hedger terpaksa melakukan jual beli BTC secara frekuent di pasar spot/futures untuk menjaga risiko netral (hedging delta).
Di sekitar beberapa harga strike kunci tertentu, bisa terbentuk 'magnet harga' (pinning) atau 'titik pemicu kepanikan' (gamma flip / rantai liquidasi)
Jadi apa yang kamu lihat sebagai 'gangguan', sering kali bukan perubahan emosi tiba-tiba, melainkan dorongan harga spot akibat hedging dan reset posisi.
2. Bagaimana opsi memengaruhi pasar spot? Pahami dua kata: Delta dan Gamma
2.1 Delta: Tingkat 'ikut' opsi terhadap perubahan harga
Call (bullish) biasanya Delta positif: BTC naik, nilai opsi naik
Put (bearish) biasanya Delta negatif: BTC naik, nilai opsi turun
Kunci: Setelah menjual opsi, market maker akan menghedge Delta dengan aset spot/future agar tidak menghadapi risiko arah.
Jual Call (Delta positif) → biasanya perlu beli BTC untuk hedge
Jual Put (Delta negatif) → biasanya perlu jual/membuka posisi short BTC untuk hedge
Ini mengubah 'risiko pasar opsi' menjadi 'perdagangan nyata di pasar spot/future'.
2.2 Gamma: Hedging adalah 'ikut tren' atau 'kembali ke keseimbangan'?
Gamma menggambarkan kecepatan perubahan Delta. Ini menentukan apakah perilaku hedging adalah:
Ikut tren (semakin naik, semakin banyak beli / semakin turun, semakin banyak jual) → memperbesar volatilitas
Hedging berlawanan arah (jual sedikit saat naik / beli sedikit saat turun) → menekan volatilitas
Secara sederhana:
Short Gamma: naik memaksa beli, turun memaksa jual → lebih mudah 'gangguan'
Long Gamma: naik jual, turun beli → lebih mudah 'terjebak', volatilitas lebih kecil
3. Mengapa lebih berisiko mendekati jatuh tempo?
3.1 Gamma akan menjadi lebih 'tajam' menjelang jatuh tempo
Semakin dekat jatuh tempo, Gamma cenderung terkonsentrasi di sekitar harga strike ATM (atau mendekati nilai pasar)
Hasilnya: BTC hanya perlu mendekati beberapa harga strike kunci, maka bisa memicu serangkaian hedging pasif, menyebabkan 'akselerasi tiba-tiba'.
3.2 Frekuensi hedging lebih tinggi: harga terpaksa bolak-balik
Semakin dekat jatuh tempo, perubahan Delta semakin cepat, sehingga market maker perlu melakukan transaksi lebih sering — ini akan:
Meningkatkan volume perdagangan jangka pendek
Memperbesar persaingan di level harga kunci
Membuat 'pemecahan palsu/pemecahan palsu' lebih sering terjadi (terutama saat likuiditas tipis)
3.3 Jatuh tempo akan 'me-reset': volume hedging tiba-tiba berkurang atau berpindah
Jatuh tempo berarti banyak opsi:
Hilang total
Penyerahan/penyelesaian
Roll ke tanggal jatuh tempo berikutnya
Konsekuensi umum terdiri dari dua jenis:
Terjebak sebelum jatuh tempo, lalu tiba-tiba melepaskan keterikatan dan loncatan volume setelah jatuh tempo
Dipaksa bergerak sebelum jatuh tempo, setelah jatuh tempo volatilitas turun dan memasuki fase konsolidasi
4. 'Max Pain/Pin Effect': Mengapa beberapa level seperti magnet?
Ketika banyak opsi terkonsentrasi di sekitar harga strike tertentu, menjelang jatuh tempo, harga lebih cenderung bergerak bolak-balik di sekitar area ini.
Alasannya tidak rumit:
Hedging paling sensitif di titik-titik ini, setiap penyimpangan sedikit akan mengubah Delta, sehingga market maker harus melakukan transaksi berlawanan untuk menarik harga kembali.
Peringatan: Pinning tidak selalu terjadi.
Jika terjadi gangguan eksternal (data makro/berita mendadak/perdagangan besar aset spot) atau berada dalam lingkungan short gamma, bisa jadi berubah menjadi percepatan breakout.
5. Tiga skenario paling umum untuk 'gangguan'
Naskah A: Terjebak di harga strike → Setelah jatuh tempo, loncatan volume tajam
Sebelum jatuh tempo: harga bergerak mendatar di sekitar harga strike kunci
Setelah jatuh tempo: tekanan hedging hilang, harga lepas dari rentang dan bergerak sesuai tren
Naskah B: Pemecahan palsu / Penurunan palsu → cepat kembali ke arah awal
Pin di sekitar harga strike kunci
Gabungan hedging dengan posisi stop-loss/liquidasi menyebabkan fluktuasi ekstrem dalam waktu singkat
Kembali ke rentang awal (terasa seperti 'gangguan')
Naskah C: Short Gamma + Likuiditas tipis → akselerasi berantai
Pemecahan level kunci, memaksa pihak hedging untuk beli/jual lebih lanjut
Gabungan liquidasi leverage dan trigger stop-loss
Menciptakan reaksi berantai: semakin naik, semakin banyak beli; semakin turun, semakin banyak jual
6. 'Daftar Pantauan' (sangat berguna)
Harga strike kunci: level bulat terpadat di atas dan bawah harga saat ini (misalnya 85k/90k/95k) adalah 'daerah magnet/daerah pemicu'
Likuiditas: Lebih mudah terjadi 'pin' pada akhir pekan, malam hari, atau sebelum dan sesudah libur
Leverage: Ketika biaya pembiayaan tinggi dan open interest besar, semakin mudah terjadi rantai jika harga meninggalkan level kunci
Ritme sebelum dan sesudah jatuh tempo: Sebelum jatuh tempo banyak tarik-menarik dan gerakan palsu; setelah jatuh tempo bisa berupa konsolidasi atau melepaskan keterikatan tren
7. Peringatan Risiko
Jatuh tempo opsi bukan 'berita positif/negatif', tetapi lebih seperti peristiwa struktur pasar:
Mengkonsentrasikan aktivitas hedging ke beberapa level kunci, sehingga dalam jangka pendek lebih mudah terjadi 'pin' dan pemecahan palsu.
Jika kamu berdagang jangka pendek, fokus utamanya adalah mengendalikan leverage dan posisi; jika kamu berdagang jangka menengah/panjang, fokus utamanya adalah mengenali apakah tren terbentuk setelah jatuh tempo.
