Kepulauan Marshall menguji pendapatan dasar universal dalam kripto dengan Stellar

XLM
XLM
0.1546
-2.33%

Popularitas $BTC dan berbagai turunannya digital tidak pernah berhenti. Dari forum gelap hingga kebijakan moneter, kripto menjulurkan jangkauannya. Terkadang membingungkan, sering kali mengganggu, kripto menjajah wilayah-wilayah tak terduga. Bahkan di tempat yang sebelumnya dianggap hanya uang kertas yang beredar. Dan ketika sebuah kepulauan yang terlupakan dari radar keuangan menjadi lahan eksperimen untuk pendapatan dasar universal yang tak terwujud, pandangan berubah. Kripto tidak lagi hanya pelengkap. Mereka mengundang diri ke meja keputusan publik.

Empat puluh ribu warga negara, satu tujuan: menggantikan uang kertas dengan byte. Di Kepulauan Marshall, program ENRA pendapatan dasar universal memasuki era digital. Selamat tinggal cek kertas – selamat datang USDM1, token yang diluncurkan di Stellar $XLM e didistribusikan melalui Lomalo, dompet digital yang dibuat oleh Crossmint. Jika token ini bisa berfungsi sebagai alat pertukaran, yang paling menarik justru imbal hasil yang melekat di dalamnya. Berbeda dari stablecoin tradisional, bunga mengalir langsung ke warga negara. "Berbeda dengan stablecoin, di mana penerbit yang mendapatkan imbal hasil, di sini pemegang aset yang mendapat manfaat," jelas Paul Wong, direktur Stellar Development Fund.

Di balik antarmuka Lomalo yang sederhana – tanpa kalimat pemulihan atau antarmuka rumit – ada tujuan: membuat kripto secepat air yang menghubungkan pulau-pulau. Ditambah faktor krusial: isolasi perbankan. Sejak 2008, bank menjadi langka, hingga hanya tersisa satu pelaku tunggal yang terhubung secara internasional. Dan jika koneksi itu terputus? Kepulauan ini akan terputus dari sistem keuangan global. Bukan hipotesis. Ini ujian stres. USDM1 bisa jadi alternatif soveren yang ditunggu negara-negara terpinggirkan dari sistem perbankan tradisional.