Waktu telah menuliskan semua ceritanya di wajahnya—
setiap kerutan adalah jalan melintasi gurun,
setiap tatapan membawa perjalanan yang tidak pernah benar-benar berakhir.
Unta bersandar di bahunya
seperti janji lama yang ditepati,
sebuah teman diam yang dibentuk oleh debu dan kesabaran.
Dia bukan hanya seorang penggembala,
Dia adalah napas Balochistan—
dijahit dari pasir, angin, dan ketahanan.
Di sini, bahkan kemiskinan mengenakan martabat,
dan keheningan berbicara
dalam bahasa yang paling dalam dan paling jujur.