Pendahuluan
Ketika orang berbicara tentang kekayaan, mereka sering kali pertama kali memikirkan angka di rekening bank, nilai properti, atau fluktuasi saham. Namun, semua itu hanya tampak kekayaan. Kekayaan yang sebenarnya, definisi dan cara perolehannya, terdapat jurang yang dalam antara orang miskin dan kaya. Ini bukan tentang penilaian moral antara keserakahan dan kebaikan, tetapi tentang perbedaan mendasar dalam kognisi, sumber daya, dan pilihan.
1. Kekayaan dalam pandangan orang miskin: Keamanan dan stabilitas
Bagi kebanyakan orang, inti dari kekayaan adalah 'rasa aman'.
- Kekayaan adalah perisai terhadap risiko: Dalam pandangan mereka, kekayaan adalah 'asuransi' untuk melawan ketidakpastian hidup. Sebuah tabungan darurat, pekerjaan yang stabil, dan tempat tinggal yang aman adalah dasar untuk melawan risiko seperti penyakit, pengangguran, dan kecelakaan. Pandangan mereka tentang kekayaan bersifat defensif, dengan tujuan utama 'tidak kehilangan'.
- Kekayaan adalah sinonim dari “kepastian”: Mereka cenderung mengaitkan kekayaan dengan “kepastian”. Gaji yang teratur, simpanan bank dengan suku bunga tetap, jauh lebih menenangkan bagi mereka dibandingkan investasi yang fluktuatif. Mereka takut akan risiko, karena risiko berarti kehilangan “kepastian” yang telah ada.
- Kekayaan adalah dasar kelangsungan hidup: Di bawah tekanan kelangsungan hidup, fungsi utama kekayaan adalah memenuhi kebutuhan hidup dasar. Makanan, pakaian, tempat tinggal, semua ini membentuk keseluruhan hidup mereka. Bagi mereka, kekayaan adalah “cukup untuk dibelanjakan”.
Dua, pandangan orang kaya tentang kekayaan: pertumbuhan dan kebebasan
Di luar ambang kebebasan finansial, inti kekayaan adalah “hak memilih”.
- Kekayaan adalah pengungkit, adalah penguat: Orang kaya melihat kekayaan sebagai pengungkit untuk menggerakkan sumber daya yang lebih besar. Uang dapat membeli waktu, jaringan, informasi, dan peluang. Mereka tidak menginvestasikan uang, tetapi “peluang untuk menghasilkan uang”, serta “pendapatan pasif” yang diperoleh melalui operasi modal.
- Kekayaan adalah kumpulan “peluang”: Di mata mereka, kekayaan adalah “jaringan peluang” yang terus berkembang. Investasi properti bertujuan untuk mendapatkan pendapatan sewa dan apresiasi aset; investasi saham bertujuan untuk berbagi keuntungan dari pertumbuhan perusahaan; berinvestasi pada diri sendiri bertujuan untuk mendapatkan pengembalian “modal manusia” yang lebih tinggi. Mereka mengejar potensi pengembalian tinggi di balik “ketidakpastian”.
- Kekayaan adalah landasan kebebasan: Kekayaan yang sejati adalah memiliki kebebasan untuk memilih. Tidak perlu bekerja hanya untuk bertahan hidup, dapat memilih karier yang dicintai; memiliki lebih banyak waktu untuk bersama keluarga, menjelajahi dunia; dapat berkata “tidak” pada saat yang krusial. Kekayaan di sini adalah alat untuk mewujudkan nilai pribadi dan kebebasan spiritual.
Tiga, garis pemisah kognisi
Perbedaan pandangan orang kaya dan orang miskin tentang kekayaan pada dasarnya adalah perbedaan pola kognisi.
- Fokus perhatian berbeda: Orang miskin memperhatikan “biaya”, orang kaya memperhatikan “pengembalian”. Orang miskin menghitung “berapa banyak yang bisa saya belanjakan”, sementara orang kaya memikirkan “apa yang bisa diberikan uang ini kepada saya”.
- Preferensi risiko berbeda: Orang miskin menghindari risiko, orang kaya mengelola risiko. Orang miskin takut gagal, orang kaya memandang kegagalan sebagai biaya untuk belajar dan iterasi.
- Sumber daya berbeda: Sumber daya orang miskin berasal dari tenaga fisik dan waktu, sumber daya orang kaya berasal dari modal dan pengetahuan. Waktu orang miskin bersifat linier, orang kaya tahu bagaimana membuat waktu menghasilkan bunga majemuk.
Kesimpulan
Ini bukanlah sebuah pamflet yang mendorong orang untuk meninggalkan stabilitas dan mengambil risiko secara buta. Sebaliknya, bagi kebanyakan orang, transisi dari pandangan kekayaan “survival” ke pandangan kekayaan “pertumbuhan” membutuhkan proses, proses belajar dan akumulasi yang terus menerus.
Penting untuk dipahami: Esensi kekayaan adalah pengakuan dan kemampuan Anda untuk memperoleh nilai dari dunia. Bagaimana Anda mendefinisikan kekayaan menentukan bagaimana Anda akan bertindak, dan kehidupan seperti apa yang akhirnya dapat Anda miliki.
Baik itu untuk menabung demi rasa aman, atau berinvestasi demi hak memilih, kuncinya adalah menyadari tujuan sendiri dengan jelas dan mengambil tindakan untuk itu. Kekayaan sejati dimulai dari pemahaman yang mendalam tentang kekayaan itu sendiri.