Lima Risiko Tarif yang Harus Diperhatikan pada 2026 $BTC
1. Tarif China 100% yang Tertunda:
Tarif umum yang diusulkan untuk impor dari China dapat kembali jika negosiasi gagal, berpotensi memperketat kondisi keuangan dan membebani Bitcoin.
2. Tarif Baseline Global yang Lebih Tinggi:
Kenaikan di atas baseline saat ini sebesar 10% dapat memberikan tekanan yang berkelanjutan pada aset berisiko, menyebabkan reli dan koreksi Bitcoin yang lebih volatil.$BTC
3. Tarif Retaliasi terhadap Eropa:
Tarif yang terkait dengan pajak layanan digital dapat mempengaruhi ekspor UE dan Inggris, memicu penjualan ekuitas global dan pergerakan risiko crypto.
4. Tarif Farmasi Hingga 200%:
Tarif semacam itu dapat dipandang sebagai inflasi, tetapi secara historis cenderung memberikan tekanan pada crypto seiring dengan ketatnya likuiditas.
5. Tarif Sekunder yang Diperluas:
Menjatuhkan sanksi pada negara-negara yang berdagang dengan musuh AS dapat memperburuk ketegangan perdagangan global dan meningkatkan volatilitas Bitcoin.
Secara keseluruhan, ketidakpastian yang lebih tinggi pada 2026 menunjukkan ayunan harga yang lebih tajam, risiko likuidasi yang meningkat, dan pemulihan yang lebih lambat kecuali kondisi likuiditas global membaik.$BTC
