Pada tahun 1949 di Shanghai, semua orang menyembunyikan emas.

Seorang pria melakukan kebalikan.

Namanya adalah Ding Yongfu.

Dia menjual rumah besar dan toko dengan harga hampir gratis — bukan untuk menghemat uang, tetapi untuk membeli enam tiket kelas tiga ke Amerika.

Di pelabuhan, tepat sebelum naik, dia menyimpan uang satu dolar ke dalam mulutnya dan menggigitnya. Sebuah taruhan diam melawan takdir. Kamera seorang reporter menangkap momen itu.

Amerika tidak baik.

Apartemen dingin. Tanpa bahasa. Uang cepat habis. Dalam beberapa bulan, mantan bos Shanghai itu terpaksa bertahan hidup.

Kemudian dia memperhatikan sesuatu yang sederhana:

Orang Amerika menyukai makanan manis.

Terjebak di dapur berminyak, dia bereksperimen tanpa henti — sampai saus manis bertemu dengan ayam goreng. Satu gigitan mengubah segalanya.

Sebuah restoran kecil dibuka.

Hidangan khas: Ayam Jenderal Tso.

Pelanggan pertama ragu. Satu gigitan kemudian, piring itu kosong. Segera, antrean di luar melingkar di dua sudut.

Aturan Ding sederhana:

Tersenyumlah. Jadilah dermawan. Didiklah anak-anakmu.

Bertahun-tahun kemudian, dia kembali ke Shanghai, menyaksikan kota berlalu dalam keheningan.

Beberapa orang mengatakan dia selamat dari bencana.

Yang lain mengatakan dia melewatkan sebuah era.

Pertanyaan sebenarnya adalah ini:

Apakah tiket itu sebuah kerugian… atau perdagangan terbaik dalam hidupnya?

\u003ct-50/\u003e

\u003ct-6/\u003e

\u003ct-72/\u003e

\u003ct-81/\u003e

BNB
BNBUSDT
936.73
-0.57%