Pasar keuangan jarang bergerak dalam jalur yang lurus dan dapat diprediksi. Mereka naik dengan optimisme, melambat selama ketidakpastian, dan kadang-kadang jatuh di bawah tekanan yang berkelanjutan. Pasar bearish mewakili fase di mana harga aset menurun untuk jangka waktu yang lama, sering kali disertai dengan ketakutan, penurunan kepercayaan, dan perilaku investor yang berhati-hati. Bagi pendatang baru, fase ini dapat terasa membebani, tetapi memahami pasar bearish adalah langkah penting menuju pengetahuan keuangan jangka panjang.

Dalam ruang cryptocurrency, pasar bearish cenderung lebih intens daripada dalam keuangan tradisional. Volatilitas tajam, leverage tinggi, dan perdagangan emosional sering kali menyebabkan penurunan yang lebih dalam dan lebih cepat. Bahkan aset dengan sejarah pertumbuhan jangka panjang yang kuat telah mengalami penurunan parah yang menguji kesabaran dan keyakinan investor.

Mendefinisikan Pasar Bear

Pasar bear umumnya digambarkan sebagai periode berkepanjangan penurunan harga di seluruh pasar atau kelas aset. Penurunan ini bisa berlangsung selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Karakteristik umum meliputi permintaan yang lemah, sentimen pesimistis, volume perdagangan yang lebih rendah, dan peningkatan kehati-hatian terhadap risiko.

Berbeda dengan koreksi jangka pendek atau koreksi sementara, pasar bear biasanya mencerminkan tekanan ekonomi atau struktural yang lebih dalam. Mereka sering terjadi bersamaan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi, penurunan laba perusahaan, tingkat pengangguran yang lebih tinggi, atau kondisi keuangan yang lebih ketat. Meskipun durasi dan tingkat keparahannya bervariasi, pasar bear merupakan bagian alami dan berulang dari siklus pasar.

Perilaku pasar selama fase ini sering diringkas dengan ungkapan: 'Harga naik perlahan seperti naik tangga, tetapi turun cepat seperti turun lift.' Kenaikan selama periode bullish cenderung bertahap, sementara penurunan bisa tiba-tiba dan agresif. Saat harga turun, rasa takut menyebar dengan cepat. Beberapa investor keluar untuk melindungi modal, sementara yang lain bergegas mengunci keuntungan sebelumnya. Di pasar yang sangat berleverage, likuidasi paksa dapat memperkuat tekanan jual, menyebabkan gelombang akhir penjualan panik yang dikenal sebagai kapitulasi.

Apa yang Menyebabkan Pasar Bear?

Pasar bear jarang muncul dari satu kejadian tunggal. Lebih sering, mereka berkembang dari kombinasi faktor ekonomi, keuangan, dan psikologis.

Perlambatan ekonomi memainkan peran besar, karena pertumbuhan dan laba yang menurun mendorong investor menjauh dari aset berisiko. Ketidakstabilan geopolitik dapat memiliki dampak serupa, mendorong modal ke opsi yang lebih aman seperti kas atau obligasi pemerintah. Pasar yang terlalu dihargai juga rentan; ketika harga menyimpang terlalu jauh dari dasar fundamental, gelembung spekulatif dapat terbentuk dan akhirnya meledak. Kebijakan moneter yang lebih ketat, terutama kenaikan suku bunga, dapat mengurangi likuiditas dan melemahkan niat mengambil risiko. Guncangan eksternal yang tak terduga, termasuk krisis global atau kegagalan sistemik, dapat mempercepat kekuatan ini secara cepat.

Krisis keuangan global 2008 adalah contoh klasik, di mana leverage berlebihan, gelembung perumahan, dan sistem keuangan yang rapuh bergabung membentuk salah satu pasar bear terparah dalam sejarah modern.

Pasar Bear vs. Pasar Bull

Secara sederhana, pasar bull didefinisikan oleh harga yang naik dan optimisme, sementara pasar bear ditandai oleh harga yang turun dan kehati-hatian. Namun dalam praktiknya, pasar bear sering mencakup periode panjang pergerakan mendatar di mana harga stabil sementara dan volatilitas menurun.

Selama fase ini, aktivitas perdagangan cenderung melambat seiring memudarnya kepercayaan. Meskipun konsolidasi bisa terjadi dalam pasar bull juga, lebih umum terjadi dalam kondisi bearish karena investor enggan mengalokasikan modal saat tren umum tetap negatif.

Pasar Bear Utama dalam Sejarah Kripto

Meskipun memiliki reputasi sebagai aset berpertumbuhan tinggi, Bitcoin telah mengalami beberapa pasar bear yang dramatis.

Setelah mencapai puncak di sekitar $20.000 pada akhir 2017, Bitcoin memasuki penurunan berkepanjangan sepanjang 2018 dan awal 2019, kehilangan lebih dari 80% nilainya. Selama bulan-bulan awal pandemi COVID-19 pada tahun 2020, Bitcoin turun lebih dari 70% dalam penjualan pasar yang cepat.

Setelah rally bersejarah di tahun 2021, ketika Bitcoin mencapai hampir $69.000, pasar sekali lagi berbalik tajam. Pada November 2022, harga turun lebih dari 75%, didorong oleh kebijakan moneter yang lebih ketat, runtuhnya leverage, dan pengurangan risiko yang luas di seluruh industri kripto. Siklus ini sangat jelas terlihat pada grafik harga jangka panjang dan menyoroti sifat berulang dari perilaku pasar.

Cara Investor Menghadapi Pasar Bear

Tidak ada strategi universal untuk menghadapi pasar bear. Tanggapan yang tepat tergantung pada toleransi risiko, waktu investasi, dan pengalaman individu.

Beberapa investor mengurangi paparan dengan memindahkan sebagian portofolio mereka ke kas atau aset stabil untuk membatasi risiko kerugian. Yang lain tetap sepenuhnya diinvestasikan, terutama jika mengikuti strategi jangka panjang. Data historis dari pasar tradisional dan kripto menunjukkan bahwa kesabaran sering kali dibayar, meskipun membutuhkan disiplin emosional yang kuat.

Dollar-cost averaging adalah pendekatan lain yang umum digunakan. Dengan berinvestasi jumlah tetap secara berkala terlepas dari harga, investor secara bertahap mengurangi biaya rata-rata masuk selama penurunan berkepanjangan. Metode ini sangat populer selama pasar bear, ketika harga tetap rendah dalam periode panjang.

Trader yang lebih berpengalaman mungkin mencoba menguntungkan dari penurunan harga melalui strategi hedging atau short selling. Misalnya, memegang posisi spot sambil membuka posisi short di platform derivatif dapat membantu mengimbangi kerugian. Trading melawan tren—membeli rebound sementara dalam tren turun yang lebih besar—juga mungkin dilakukan, tetapi membawa risiko signifikan, karena rebound ini sering kali singkat.

Mengapa Disebut Pasar Bear

Istilah 'pasar bear' berasal dari gambaran beruang yang mengayunkan cakarnya ke bawah, melambangkan penurunan harga. Sebaliknya, beruang menyerang dengan menyeruduk tanduknya ke atas, melambangkan pasar yang naik. Metafora ini telah digunakan selama berabad-abad dan tetap menjadi bagian dalam bahasa keuangan. Salah satu penjelasan historis menghubungkan istilah ini dengan pedagang kulit beruang, yang menjual kulit yang belum mereka miliki—bentuk awal dari short selling.

Kesimpulan Akhir

Pasar bear tidak nyaman, terutama bagi pemula, tetapi mereka tidak langka dan tidak permanen. Pasar bear muncul ketika kepercayaan memudar dan niat mengambil risiko menurun, sering didorong oleh tekanan ekonomi, ketidakpastian geopolitik, atau eksplorasi spekulatif. Seiring waktu, pasar beradaptasi, stabil, dan akhirnya pulih.

Apakah seorang investor memilih bertahan selama penurunan, mengurangi paparan, atau secara aktif berdagang tren, keberhasilan selama pasar bear tergantung pada persiapan, disiplin, dan ekspektasi yang realistis. Memahami bahwa penurunan adalah bagian alami dari siklus pasar dapat membantu mengubah rasa takut menjadi perspektif—dan volatilitas menjadi peluang bagi mereka yang telah siap.

$BTC $BNB $ETH

#bearmarket

#cryptoeducation

#MarketCycles

#InvestingBasics

#FinancialLiteracy

BTC
BTC
95,301.65
-1.01%

BNB
BNB
928.67
-0.73%

ETH
ETH
3,286.38
-0.48%