1. Stabilitas harga — stablecoin terikat pada mata uang fiat, sehingga membantu menjaga daya beli selama periode fluktuasi pasar yang kuat.
2. Akses cepat terhadap likuiditas — transfer antara pasangan spot dan stablecoin sering kali lebih cepat dan lebih murah dibandingkan penarikan ke fiat.
3. Kemudahan untuk perdagangan dan lindung nilai — nyaman untuk mempertahankan 'jembatan' antar posisi tanpa benar-benar keluar ke mata uang fiat.
4. Peluang penghasilan — stablecoin sering digunakan untuk staking, menabung, dan produk berpenghasilan di bursa serta DeFi (ingatlah risikonya).
5. Laporan yang sederhana — untuk mencatat keuntungan/rugi dan perpajakan, menyimpan sebagian portofolio dalam satuan stabil dapat mempermudah pencatatan.
Namun peringatan penting: stablecoin tidak bebas risiko — risiko devaluasi nilai tukar (depeg), risiko lawan kontrak dari penerbit, perubahan regulasi, dan kerentanan teknis. Simpan hanya bagian yang membuat Anda merasa nyaman, dan pilih proyek/platform yang terpercaya.
Stablecoin bukanlah 'seluruh strategi', melainkan alat. Gunakan untuk mengelola risiko, likuiditas, dan tindakan operasional di pasar.
(Bukan rekomendasi keuangan. Selalu lakukan riset sendiri.)
Jika bermanfaat bagi Anda — beri 👍, bagikan pengalaman Anda di komentar, dan simpan postingan ini agar bisa kembali lagi nanti!
