Mata uang BRICS yang diusulkan, atau "Unit," menghadapi tantangan signifikan sebelum peluncuran global, terutama karena kesenjangan ekonomi yang luas di antara anggota, ketegangan geopolitik, dan kurangnya kemauan politik serta kerangka institusional yang terintegrasi. Inisiatif ini saat ini adalah prototipe alat penyelesaian digital dan bukan mata uang kedaulatan penuh.

Wawasan Utama
Pemisahan Ekonomi: Negara-negara BRICS memiliki struktur ekonomi, tingkat inflasi, trajektori pertumbuhan, dan tingkat utang yang sangat berbeda, sehingga membuat kebijakan moneter tunggal yang terintegrasi sulit untuk diimplementasikan dengan sukses.
Ketertiban Politik: Mencapai kesepakatan di antara berbagai sistem politik yang beragam (demokrasi seperti India dan otoriter seperti Tiongkok dan Rusia) dengan kepentingan nasional dan tujuan kebijakan luar negeri yang sering bertentangan merupakan hambatan utama. India, misalnya, secara eksplisit menyatakan tidak memiliki kebijakan untuk menggantikan dolar.
Kelemahan Institusional: Berbeda dengan zona euro, BRICS belum memiliki kerangka institusional yang kuat, bank sentral, dan integrasi fiskal yang diperlukan untuk mengelola mata uang bersama, yang akan membutuhkan tahunan persiapan untuk dibentuk.
Risiko Geopolitik: Beberapa anggota berhati-hati untuk benar-benar menjauhkan diri dari AS dan UE dengan bergabung dalam blok eksplisit yang anti-dolar, yang dapat membuat mereka rentan terhadap tarif atau tindakan ekonomi balasan lainnya, seperti yang diancamkan oleh Presiden Trump.
Kurangnya Kepercayaan/Kredibilitas: Dominasi dolar AS dibangun atas dasar stabilitas selama puluhan tahun dan pasar keuangan yang dalam serta likuid. Mata uang BRICS baru akan membutuhkan kepercayaan dan kredibilitas serupa untuk mendapatkan penerimaan internasional yang luas, proses jangka panjang.
Hambatan Teknis/Logistik: Pengembangan infrastruktur teknologi yang diperlukan (seperti platform BRICS Pay dan mBridge yang sudah ada), menjamin keamanan, dan menyelaraskan sistem keuangan di antara negara-negara anggota merupakan upaya yang kompleks dan mahal.
Pendekatan saat ini lebih menekankan pada promosi penyelesaian perdagangan dalam mata uang lokal dan pengembangan sistem pembayaran alternatif seperti prototipe BRICS Unit dan BRICS Pay, daripada mata uang bersama yang langsung dan lengkap.