Pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional pada 3 Januari 2026, menyusul serangkaian ledakan di sejumlah fasilitas militer strategis di Caracas dan wilayah sekitarnya, seraya menuding adanya ofensif militer dari Amerika Serikat. Eskalasi geopolitik ini menempatkan Bitcoin di pusat perhatian, sementara para analis meramalkan memuncaknya volatilitas di pasar crypto imbas krisis tersebut.
Sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat, warga Caracas terbangun oleh dentuman keras dan lalu lintas udara pesawat militer. Sejumlah kompleks militer pun mengalami kerusakan, termasuk Fuerte Tiuna yang strategis, yang dilaporkan mengalami pemadaman listrik total serta kebakaran besar.
Serangan Terkoordinasi Hantam Sejumlah Basis Militer Venezuela
Aksi tersebut menghantam fasilitas utama angkatan bersenjata Venezuela. Berdasarkan laporan, Fuerte Tiuna yang terletak di selatan ibu kota mengalami pemadaman total dan kebakaran berskala besar.
Helikopter dilaporkan berputar di atas kota, sementara asap menyelimuti beberapa kawasan militer. Adapun fasilitas yang terdampak berada di Caracas, Miranda, Aragua, dan La Guaira, mengindikasikan operasi terencana yang menargetkan infrastruktur strategis Venezuela.
Baca Juga: Cina Jadikan Crypto sebagai ‘Senjata’ Geopolitik
Pemerintahan yang dipimpin Nicolás Maduro menetapkan status darurat sekitar dua setengah jam setelah ledakan pertama terjadi.
Melalui pernyataan resmi, kabinet Maduro menyerukan perlawanan bersenjata. Menyatakan bahwa tindakan Amerika Serikat bertujuan menguasai sumber daya nasional utama, khususnya minyak dan mineral.
Peristiwa ini memperpanjang siklus tensi yang meningkat dengan Washington selama empat bulan terakhir. Hingga kini, pihak Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi, meskipun Presiden Donald Trump sebelumnya sempat melontarkan ancaman tindakan militer terkait isu perdagangan narkoba serta penguasaan hidrokarbon.
Para Ahli Prediksi Volatilitas Bitcoin & Minyak di Tengah Potensi Eskalasi Konflik
Krisis Venezuela membawa dampak langsung ke pasar crypto. Para pakar memprediksi lonjakan volatilitas, dengan fokus utama tertuju pada Bitcoin dan minyak. Melalui X, analis pasar Adarsh menguraikan potensi implikasi bagi investor.
“Reaksi pasar crypto: Dua kemungkinan pergerakan:1 Bitcoin: Bisa melonjak sebagai ‘safe haven’ (emas digital) di tengah kekacauan.2 Regulasi: Jika crypto digunakan untuk menghindari sanksi, Amerika Serikat dapat memperketat aturan. Bersiaplah menghadapi volatilitas tinggi. Hindari leverage berlebihan!” demikian bunyi peringatan Adarsh.
Pandangan ini menempatkan Bitcoin sebagai lindung nilai digital di masa ketidakstabilan global. Mengingat besarnya cadangan minyak Venezuela, setiap gangguan berpotensi menimbulkan dampak langsung pada pasar energi dan keuangan global.
Secara historis, fase ketegangan internasional kerap mendorong arus modal menuju BTC sebagai upaya perlindungan dari aset tradisional.
Krisis yang sedang berlangsung berpotensi mempercepat adopsi aset crypto, terutama jika infrastruktur perbankan terus melemah. Di saat yang sama, penggunaan crypto untuk menghindari sanksi dapat mendorong Amerika Serikat memperketat pengawasan terhadap transaksi dan crypto exchange.
Baca Juga: Di Balik “Perang Dingin Kripto” Putin: Cara Rusia Hindari Sanksi Barat pada 2025
Sebagai penutup, beberapa hari ke depan akan menjadi periode krusial, baik dari sisi geopolitik maupun pasar crypto. Pergerakan harga minyak berpotensi memicu reaksi berantai pada aset keuangan lainnya, dan BTC berpeluang memperoleh manfaat sebagai aset lindung nilai atau justru tertekan akibat pembatasan regulasi.
Pada waktu publikasi, Bitcoin dan pasar crypto belum menunjukkan pergerakan ekstrem, dengan mayoritas crypto utama diperdagangkan di zona hijau, berdasarkan data CoinGecko.
Pelaku pasar kini mencermati dengan saksama setiap pernyataan resmi dari Amerika Serikat dan Venezuela guna mengambil keputusan yang terinformasi.
Bagaimana pendapat Anda tentang potensi imbas serangan AS ke Venezuela ini ke harga Bitcoin dan crypto? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

