Di ruang media (khususnya di Politico) lagi ramai membahas rencana Donald Trump untuk mengendalikan Greenland menjelang ulang tahun ke-250 kemerdekaan Amerika Serikat.

'Alih-alih operasi militer, Washington bisa menggunakan kampanye pengaruh politik untuk mengubah keseimbangan yang ada' - Muztaba Rahman, Direktur Eksekutif Eurasia Group.

🔑 Apa yang sebenarnya terjadi (menurut Politico):

1️⃣ Penekanan ekonomi alih-alih senjata: Rencana ini melibatkan penggunaan tarif yang ketat terhadap Denmark. Tujuannya adalah untuk membuat penguasaan Greenland menjadi sangat mahal bagi Kopenhagen, sehingga penjualan atau pengalihan kontrol menjadi 'keluar yang logis'.

2️⃣ Kepentingan sumber daya: Greenland bukan hanya es. Ini adalah cadangan besar logam tanah jarang, minyak, dan gas. Untuk pasar, ini berarti pembagian kembali wilayah pengaruh pada bahan mentah strategis. 💎

3️⃣ Perisai Arktik: Trump berargumen bahwa ini adalah perlindungan terhadap ekspansi China dan Rusia di Arktik. Dari sudut pandang geopolitik — ini adalah upaya untuk menjadikan AS sebagai kekuatan dominan di utara.

4️⃣ Simbolisme: Presiden ingin masuk dalam sejarah sebagai 'pengumpul tanah', menempatkan Greenland sejalan dengan pembelian Alaska.

Perselisihan teritorial besar antara sekutu NATO menciptakan volatilitas di pasar keuangan tradisional. Setiap sanksi atau tarif terhadap UE (melalui Denmark) dapat mendorong investor ke aset defensif, termasuk $BTC .

Trump tidak berencana untuk merebut Greenland secara militer. Alatnya adalah tekanan ekonomi, tarif terhadap Denmark, dan tawaran finansial langsung kepada orang Greenland (hingga pembayaran $10,000 kepada setiap penduduk sebagai pengganti subsidi Denmark). Skenario hibrida mungkin, seperti yang terjadi di Ukraina. AS telah menunjuk utusan khusus (Gubernur Jeff Landry) untuk mempromosikan ide 'aneksasi lembut' melalui investasi dan media sosial. Apa pendapat Anda: hype lain atau perubahan nyata peta dunia pada tahun 2026?

$USDT