Mengapa XRP Melonjak: Aliran ETF, Kekurangan Pasokan, dan Rotasi Modal
$XRP telah membuka 2026 sebagai salah satu outlier pasar. Dalam waktu 6 hari, harga naik sekitar 30%, melonjak dari $1,78 menjadi sekitar $2,40, termasuk kenaikan harian sebesar +13%. Kinerja ini menempatkan XRP di antara pemenang terbesar kapitalisasi besar hari ini.
1) ETF XRP Spot mencatat aliran masuk rekor
Pada 6 Januari, ETF XRP spot di AS mencatat aliran masuk bersih sekitar $46 juta—angka harian tertinggi sejak peluncuran. Volume perdagangan harian mencapai puncak sekitar $64 juta, sementara aliran masuk kumulatif sejak November 2025 mencapai sekitar $1,23 miliar. Yang patut dicatat, tidak ada hari dengan aliran keluar bersih, menandakan permintaan institusional yang konsisten.
2) Pasokan di bursa berada pada level terendah dalam 8 tahun
Data Glassnode menunjukkan saldo XRP di bursa turun dari sekitar 3,95 miliar menjadi sekitar 1,6 miliar XRP dalam 90 hari. Penyusutan tajam ini mengurangi likuiditas penjualan langsung dan memperkuat sensitivitas harga saat permintaan meningkat.
3) Sentimen risiko dan rotasi altcoin
Headline geopolitik terbaru (detailnya belum dikonfirmasi) bersamaan dengan pergeseran ke arah risiko yang lebih tinggi di seluruh sektor kripto. Secara historis, XRP sering menjadi sinyal awal rotasi modal dari $BTC ke altcoin—pola yang kini kembali muncul.
4) Level teknikal yang perlu diwaspadai
Tahanan kunci berada di $2,68. Penutupan harian di atas level tersebut bisa membuka jalan menuju sekitar $3,40. Permintaan kuat terlihat antara $1,90–$2,10.
Permintaan yang didorong oleh ETF, pasokan likuid yang semakin ketat, dan rotasi altcoin awal menunjukkan bahwa lonjakan XRP didukung secara struktural—bukan sekadar lonjakan jangka pendek.


