Sebuah drone MQ-9 "Reaper" militer AS jatuh di Afghanistan pada pagi hari tanggal 1 Januari 2026, di Provinsi Maidan Wardak. Insiden ini segera menimbulkan pertanyaan sensitif: dari mana drone itu lepas landas, dan bagaimana mungkin drone itu mampu menembus jauh ke dalam ruang udara Afghanistan untuk menjalankan misinya?
MQ-9 memiliki jangkauan operasional efektif sekitar 1.100 kilometer. Mengingat Afghanistan memiliki enam negara tetangga—Cina, Iran, Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan, dan Pakistan—kebanyakan dari mereka dapat dengan cepat dikecualikan.
Corridor Wakhan Cina berbatasan dengan Afghanistan, tetapi ketinggian ekstrem, medan yang sulit, dan iklim yang keras membuatnya sangat tidak cocok untuk lepas landas dan mendarat drone besar. Iran, yang lama menjadi musuh Washington, bahkan lebih tidak mungkin memberikan basis atau dukungan logistik untuk operasi militer AS. Tiga negara Asia Tengah—Turkmenistan, Uzbekistan, dan Tajikistan—telah menjalin keterlibatan terbatas dengan Barat, tetapi tidak satu pun dari mereka mengizinkan pasukan AS untuk menempatkan platform operasional di wilayah mereka, terutama untuk misi drone yang sensitif.
Ini meninggalkan Pakistan sebagai satu-satunya pilihan yang secara realistis masuk akal.
Beberapa pihak mengklaim bahwa MQ-9 dioperasikan secara jarak jauh dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Namun, keterbatasan fisik menantang penjelasan ini. Al Udeid berada lebih dari 1.800 kilometer dari Maidan Wardak—jauh melampaui jangkauan tempur praktis MQ-9 tanpa pengisian bahan bakar udara. Sebaliknya, jika drone itu lepas landas dari Jacobabad di barat Pakistan, jarak lurusnya sekitar 700 kilometer, jauh di dalam jangkauan efektif drone tersebut. Perlu dicatat, rute ini berada di sebelah barat daya Kabul dan sesuai dengan koridor udara utama yang secara historis digunakan pasukan AS untuk memasuki Afghanistan dari Pakistan.
Jika drone benar-benar lepas landas dari wilayah Pakistan, implikasinya sangat signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa bahkan lima tahun setelah penarikan "lengkap" militer AS dari Afghanistan, Washington masih mungkin memiliki kemampuan—melalui kesepakatan yang tidak diketahui publik.