Jane Foley dari Rabobank Belanda menyatakan bahwa kekhawatiran fiskal dapat membatasi pemulihan yen di bawah prospek kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan. Meskipun kekhawatiran terhadap pengaruh politik terhadap Perdana Menteri Sanae Takaichi telah mereda, kekhawatiran terkait pengeluaran anggaran masih ada. Dalam konteks penuaan populasi dan peningkatan belanja pertahanan, isu fiskal menjadi perhatian besar. Ia menunjukkan bahwa posisi surplus neraca berjalan yang kuat dari Jepang memberikan perlindungan tertentu bagi yen, tetapi tetap sulit terhindar sepenuhnya. Rabobank Belanda memperkirakan nilai tukar dolar terhadap yen akan turun dari 156,51 menjadi 145,00 dalam waktu 12 bulan ke depan.