🇮🇳 Departemen Pajak I-T Mengungkap Risiko Crypto, Mendukung Oposisi RBI 💰

Departemen Pajak Pendapatan telah mengangkat kekhawatiran serius mengenai aset digital virtual (VDAs), termasuk kripto, yang selaras dengan Bank Sentral India dalam menolak masuknya lebih luas ke dalam India.

Dalam presentasi kepada Komite Tetap Parlemen tentang Keuangan, petugas pajak menyoroti bahwa sifat transaksi kripto yang anonim, lintas batas, dan hampir instan memungkinkan dana bergerak tanpa perantara keuangan teratur. Hal ini membuat pelacakan pendapatan yang dikenai pajak dan identifikasi pemilik manfaat menjadi sangat sulit.

Otoritas menunjukkan bahwa bursa luar negeri, dompet pribadi, dan platform terdesentralisasi semakin mempersulit penegakan hukum, karena transaksi sering melibatkan beberapa yurisdiksi. Keterbatasan ini mengurangi kemampuan petugas pajak untuk memverifikasi aliran pendapatan atau menagih pajak yang belum dibayar, bahkan dengan peningkatan baru-baru ini dalam pertukaran informasi internasional.

India tetap termasuk dalam kelompok negara yang enggan mengizinkan kripto dan stablecoin meskipun ada tekanan terus-menerus. RBI telah berulang kali memperingatkan bahwa aset kripto tidak memiliki nilai dasar, sangat fluktuatif, dan membawa risiko terkait pencucian uang serta pendanaan terorisme.

Departemen pajak juga menyebut tantangan penegakan hukum seperti kesulitan menerbitkan panggilan, mengumpulkan TDS, dan mengatur platform yang beroperasi di luar India. Beberapa bursa kripto tetap tidak terdaftar di Unit Intelijen Keuangan, sehingga berada di luar jangkauan langsung otoritas pajak India.

Untuk mengurangi risiko, pemerintah telah memperkenalkan langkah-langkah pengamanan termasuk pemotongan TDS wajib pada transaksi kripto dan persyaratan pendaftaran bagi entitas yang berurusan dengan VDAs.

👉 IKUTI SAYA UNTUK UPDATE TERBARU DAN WAWASAN LAINNYA 👍

TERIMA KASIH 🙏

BTC
BTC
95,502.92
-0.59%