By @MrJangKen • ID: 766881381 • 8 Januari, 2026
Perjanjian minyak adalah riak ekonomi utama pertama yang muncul setelah Operasi Resolve Mutlak, serangan militer AS yang cepat seperti kilat yang diluncurkan pada dini hari 3 Januari 2026.

Pasukan Khusus Amerika Serikat (Delta Force) melakukan penyerangan di Caracas, menangkap Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Pasangan tersebut segera dibawa ke New York City, tempat mereka didakwa atas tuduhan federal termasuk terorisme narkoba dan konspirasi impor kokain. Keduanya telah mengajukan pembelaan tidak bersalah.
"Kami akan mengelola negara hingga kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana," kata Trump setelah operasi tersebut, menekankan bahwa Amerika Serikat kini "menentukan syarat-syarat" untuk masa depan Venezuela.
Implikasi Geopolitik dan Ekonomi
Meskipun transfer 50 juta barel hanya mewakili beberapa hari konsumsi minyak AS secara keseluruhan, bobot simbolis dan strategis dari langkah ini sangat besar.
1. Respons Pasar Global
Harga minyak global turun hampir 2% segera setelah pengumuman, karena para pedagang berspekulasi atas kembalinya minyak mentah Venezuela ke pasar internasional. Namun, para analis energi mencatat bahwa meskipun "limbah" minyak yang tersimpan memberikan dorongan jangka pendek, membangun kembali infrastruktur Venezuela yang runtuh hingga mencapai tingkat produksi sebelum Chavez akan membutuhkan investasi miliaran dolar.
2. Doktrin Monroe yang Baru
Pemerintahan Trump memandang intervensi ini sebagai pembaruan terhadap Doktrin Monroe, yang bertujuan menghilangkan "pengaruh negatif" (seperti kepentingan Tiongkok dan Rusia) dari Kawasan Amerika Barat. Dengan mengalihkan minyak yang sebelumnya ditujukan ke Tiongkok, AS secara efektif mengalihkan aliran energi wilayah ini kembali ke Washington.
3. Dampak Domestik
Di AS, langkah ini dipuji oleh pendukung sebagai "kemenangan politik dan ekonomi yang menggema" yang menunjukkan efektivitas kebijakan luar negeri tegas. Bagi konsumen Amerika, masuknya minyak mentah bisa menyebabkan penurunan harga bensin dan solar secara moderat, meskipun para ahli memperingatkan bahwa volatilitas pasar tetap tinggi.
Jalan yang Akan Datang
Situasi tetap dinamis. Presiden sementara Delcy Rodríguez telah menyatakan kesiapan untuk bekerja sama guna mencegah kehancuran ekonomi total, namun legalitas operasi AS telah dipertanyakan oleh badan-badan internasional dan para ahli hukum. Sementara itu, perusahaan minyak besar AS seperti Chevron, ExxonMobil, dan ConocoPhillips dijadwalkan bertemu dengan Gedung Putih pada hari Jumat ini untuk membahas peran mereka dalam membangun kembali sektor energi Venezuela.
Seiring kapal-kapal tanker pertama mulai berlayar ke utara, dunia mengamati apakah "kemenangan besar" ini akan membawa transisi yang stabil atau babak baru ketidakstabilan di Amerika Selatan.
#OperationAbsoluteResolve
#VenezuelaOilVictory
#TrumpEnergyPolicy
#MaduroCapture
#MonroeDoctrine2026