📅 8 Januari | Privasi Kripto
Zcash sedang mengalami salah satu momen paling sensitif dalam sejarahnya. Baru saja minat terhadap privasi digital kembali bangkit di pasar kripto, proyek ini diguncang dari dalam oleh perpecahan yang mengungkap ketegangan yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun. Mundurnya massal tim Electric Coin Company bukan sekadar tindakan simbolis: itu merupakan perpecahan ideologis antara dua visi yang berlawanan mengenai bagaimana teknologi yang dirancang untuk menantang sistem keuangan tradisional seharusnya berkembang.
📖Dompet baru, yang saat ini beroperasi dengan nama sandi cashz, sedang dikembangkan oleh kelompok peneliti dan pengembang yang sebelumnya mengundurkan diri secara massal dari Electric Coin Company pekan lalu. Di antaranya adalah Josh Swihart, mantan CEO ECC, yang mengonfirmasi bahwa cashz dibangun menggunakan kode dasar yang persis sama dengan Zashi, dompet Zcash resmi yang mereka sendiri kembangkan.
Menurut pesan yang diposting di situs web proyek, cashz bertujuan untuk menawarkan pengalaman migrasi yang mulus bagi pengguna Zashi saat ini, meniru kenyamanan penggunaan dan desainnya, tetapi di bawah struktur yang sama sekali berbeda. Meskipun dompet belum tersedia secara publik, tim meyakinkan bahwa peluncurannya akan terjadi dalam hitungan minggu.
Perpecahan yang melahirkan proyek baru ini bukanlah masalah teknis, melainkan politis dan struktural. Pemicunya adalah konflik dengan Bootstrap, entitas nirlaba yang telah mengendalikan Electric Coin Company sejak 2020. Perdebatan berpusat pada kemungkinan monetisasi komponen kunci dari protokol Zcash, yang potensial mencakup dompet Zashi. Menurut pesan yang diposting oleh Bootstrap, organisasi ini menolak segala upaya untuk "memprivatisasi" bagian-bagian dari ekosistem karena alasan hukum, politik, dan tata kelola.
Namun, Josh Swihart jauh lebih terbuka dalam kritiknya. Dalam pos-nya, ia berargumen bahwa model pengembangan kripto berbasis yayasan nirlaba adalah sisa dari era ketidakpastian regulasi sebelum kebijakan ketat baru-baru ini di Amerika Serikat. Menurut pandangan mereka, model-model ini justru menciptakan birokrasi, kelesuan, dan insentif yang tidak selaras, yang tidak kompatibel dengan kecepatan yang dibutuhkan oleh teknologi yang terus berkembang.
Konflik ini terjadi pada waktu yang sangat sensitif bagi Zcash. Setelah performa kuat di paruh kedua 2025, proyek ini kembali menonjol di sektor privasi, didorong oleh narasi tentang pengawasan, sensor keuangan, dan peningkatan pengawasan dari pemerintah. Namun, berita pengunduran diri massal tim ECC memicu penjualan tajam token ZEC, seiring dengan lonjakan Monero yang kembali menjadi kripto privasi terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.
Munculnya Cashz menambah lapisan ketidakpastian baru. Ini bukan sekadar dompet lainnya, melainkan pemisahan simbolis dari modal intelektual Zcash, dipimpin oleh sejumlah kriptografer terkemuka di ekosistem, yang bertanggung jawab atas banyak kemajuan teknis yang sejak peluncuran pada 2016 menjadi ciri khas protokol ini.
Pendapat Topik:
Zcash lahir sebagai eksperimen kripto mutakhir, tetapi kini menghadapi krisis identitas antara kendali institusional dan ambisi korporat. Di pasar di mana kepercayaan nilainya sebanding dengan kode, konflik internal ini sering kali menelan biaya lebih besar daripada yang ditawarkan manfaatnya.
💬 Apakah Cashz evolusi alami atau pemutusan berbahaya bagi Zcash?
Tuliskan komentar Anda...
#zcash #zec #CryptoPrivacy #cryptowallets #CryptoNews $ZEC $XMR
