#Ripple vs #amazon
🚫 Kolaborasi Ripple dan Amazon: Mengungkap Mitos-Mitosnya
Baru-baru ini, jaringan sedang ramai dengan berita tentang "kemitraan skala besar" antara Ripple dan Amazon. Namun, analis terkenal dan advokat $XRP , WrathofKahneman, meminta komunitas untuk menganalisis secara objektif.
🔍 Apa yang sebenarnya terjadi?
Tidak ada integrasi langsung Amazon Web Services (AWS) ke dalam blockchain $XRP Ledger (XRPL). Ripple memang sedang menguji alat kecerdasan buatan dari Amazon Bedrock, tetapi secara eksklusif untuk keperluan internal.
Fakta utama:
• Hanya untuk analitik: Ripple menggunakan AI untuk menganalisis log sistem (log data). Ini membantu memantau jaringan lebih cepat dan mendeteksi kesalahan.
• Efisiensi: Berkat AI, waktu pemrosesan data telah berkurang dari beberapa hari menjadi 2–3 menit.
• Tidak ada perubahan protokol: Ripple tidak memasang perangkat lunak pihak ketiga apa pun di XRPL. Perubahan pada blockchain memerlukan suara dari validator — Ripple tidak dapat mengubah protokol sendiri.
• Solusi di luar rantai: Semua alat AWS beroperasi "di luar rantai" dan tidak memengaruhi sifat terdesentralisasi dari ledger.
⚠️ Mengapa hal ini penting?
XRPL adalah jaringan terdesentralisasi. Isu bahwa perusahaan seperti Amazon bisa "tertanam" ke dalam blockchain tanpa persetujuan komunitas bertentangan dengan arsitektur dasar $XRP .
Meskipun bukan "kemitraan abad ini" yang dibayangkan para spekulan, penggunaan Amazon Bedrock merupakan contoh bagus bagaimana alat perusahaan membantu Ripple membuat ekosistem lebih stabil dan lebih cepat.
