Jumat, 9 Januari 2026, tampaknya akan menjadi salah satu hari perdagangan paling volatil tahun ini. Dua peristiwa potensial tingkat Black Swan sedang berbaris berurutan, dan bisa membuat saham, obligasi, serta dolar AS berada dalam kekacauan.
๐ Ini adalah hal yang harus diperhatikan oleh semua orang:
๐ 1๏ธโฃ Laporan Pekerjaan Desember (Pukul 08:30 ET)
Wall Street bersiap menghadapi Non-Farm Payrolls, dengan ekspektasi sekitar +70K lapangan kerja. Setiap kejutan besar, baik lebih tinggi maupun lebih rendah, akan langsung mengubah ekspektasi suku bunga Federal Reserve.
๐ป Laporan lemah bisa memperkuat kekhawatiran resesi
๐บ Laporan yang kuat bisa menghancurkan harapan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat
โ๏ธ 2๏ธโฃ Putusan Mahkamah Agung tentang Tarif
Ini adalah penggerak pasar sebenarnya. Mahkamah Agung diperkirakan akan memutuskan legalitas kekuasaan tarif darurat pemerintah.
๐ป Jika tarif dipertahankan:
โข Tekanan inflasi tetap tinggi
โข Dolar AS menguat
โข Aset berisiko mungkin kesulitan
๐บ Jika tarif dibatalkan:
โข Rally kelegaan di pasar saham
โข Outlook inflasi yang lebih lembut
โข Perubahan lebih cepat dalam ekspektasi kebijakan Fed
๐ Kesimpulan utama:
Dengan S&P 500 yang mengambang di sekitar 6.920, pasar seperti pegas yang terkumpul. Lonjakan ke level tertinggi baru atau koreksi tajam akan sangat bergantung pada dua berita ini.
โ ๏ธ Volatilitas bukan sekadar risiko besok, tapi acara utama.
Koin yang perlu diawasi: $JUV $BNB



#USTradeDeficitShrink #CryptoETFMonth #GlobalTensions #MarketSentimentToday