Setelah bertahun-tahun berjuang dan belajar, saya menyimpulkan beberapa aturan keras dalam manajemen posisi, coba terapkan, setidaknya Anda tidak akan langsung terbawa keluar dalam penurunan pasar besar.
Poin pertama, kerugian per transaksi maksimal 1%-2% dari akun, paling tinggi tidak boleh melebihi 3%. Jangan bicara tentang 'stop loss 10%', itu bukan stop loss, itu menahan kerugian. Anda bisa rugi beberapa kali dengan jumlah kecil, tetapi satu kerugian besar saja sudah cukup membuat Anda keluar dari permainan.
Poin kedua, hitung posisi terlebih dahulu sebelum melakukan order. Ingat rumus ini: posisi = modal akun × proporsi risiko ÷ jarak stop loss. Misalnya, akun Anda 100.000, hanya mau rugi 1% per transaksi, dan stop loss diatur 5%, maka posisinya adalah 100.000 × 1% ÷ 5% = 20.000. Bahkan jika stop loss terpicu, kerugian tetap berada dalam kendali Anda.
Ketentuan ketiga: stop-loss adalah tiket masuk ke pasar. Setiap order harus disertai stop-loss. Order tanpa stop-loss sebenarnya hanyalah bertaruh—entah kaya mendadak dalam satu malam, atau harus memulai hidup dari awal lagi.
Ketentuan keempat: tetapkan 'batas kerugian harian' untuk dirimu sendiri, dan segera berhenti jika terpicu. Misalnya, jika kerugian mencapai 3% dari akun, langsung tutup aplikasi. Saat itu bukan karena kamu kurang ahli, tapi karena emosimu sudah terlalu tinggi—melanjutkan transaksi justru berarti memberi uang ke pasar.
Ketentuan kelima: jangan pernah menambah posisi saat mengalami kerugian, hanya tambah posisi saat sudah untung. Menambah posisi saat rugi justru mengubah kesalahan analisimu menjadi lubang besar di akunmu; sementara menambah posisi saat untung adalah menaikkan keuntunganmu sesuai arah tren yang benar.
Ketentuan keenam: setelah mendapat keuntungan, harus segera mengunci keuntungan dengan menggunakan trailing stop. Jika untung 5%, geser stop-loss ke titik impas; meskipun harga turun kembali, kamu tidak rugi. Jika untung 10%, geser stop-loss ke level 3% atau 5%. Jangan biarkan 'pernah untung' berubah menjadi kenangan yang menyesal di kemudian hari.
Ketentuan ketujuh: hanya perdagangkan aset kripto yang likuid. Volume perdagangan besar, spread kecil, dan kedalaman order book yang dalam, agar kamu bisa masuk dan keluar sesuai aturanmu sendiri. Aset kecil yang tidak populer, meskipun kamu pasang stop-loss, bisa jadi sulit terjual—langsung kena 'kill' tanpa peluang keluar.
Ketentuan kedelapan: saat tidak paham pergerakan pasar, kosongkan posisi. Menjaga posisi kosong juga merupakan strategi trading. Pasar akan selalu ada, tetapi modalmu terbatas. Tidak bertransaksi bukan berarti salah; bertransaksi sembarangan justru seperti aksi bunuh diri, hanya kerja keras yang sia-sia.
Saya telah bertransaksi selama bertahun-tahun, pernah untung besar, juga pernah rugi besar. Perbedaan sejati bukan pada seberapa sering saya menebak arah pasar dengan benar, tetapi saya akhirnya belajar: saat menang, biarkan keuntungan berjalan lebih lama; saat salah, segera potong rugi tanpa ragu.
Di dunia kripto ini, yang penting bukan siapa yang mendapat keuntungan paling besar, melainkan siapa yang bisa bertahan paling lama. Selama kamu bisa melakukan satu hal—setelah tiga siklus bull dan bear, kamu masih ada di meja permainan, sisanya, pasar akan melunasi apa yang seharusnya kamu dapatkan, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.


