
Ketika membicarakan Web3, fokus sering tertuju pada lapisan paling atas: aplikasi dan token. Namun di bawah itu semua, ada lapisan yang jarang disorot, yaitu data. Tanpa data yang dikelola dengan baik, tidak ada aplikasi yang bisa berjalan dengan lancar. Walrus memulai perjalanannya dari kesadaran ini.
Walrus melihat data bukan sebagai beban, tetapi sebagai aset yang perlu dikelola dengan sistem yang tepat. Dengan membangun jaringan penyimpanan terdistribusi, Walrus memungkinkan data tetap tersedia tanpa bergantung pada satu titik pusat. Ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga soal ketahanan sistem.
Token WAL menjadi bagian dari mekanisme tersebut. Ia mengalir bersama data, menghubungkan pengguna dan penyedia jaringan dalam satu ekosistem. Selama data terus mengalir di Web3, peran WAL tetap relevan secara fungsional.
Yang menarik, Walrus tidak memposisikan dirinya sebagai bintang utama. Ia memilih menjadi tulang punggung yang menopang berbagai aplikasi lain. Dalam jangka panjang, peran seperti inilah yang paling sulit digantikan.
Web3 mungkin akan terus berubah, tetapi kebutuhan akan pengelolaan data yang solid akan selalu ada. Dan di sanalah Walrus menempatkan dirinya.