Jenis-jenis utama Layer 2
1. Rollup
Rollup mengelompokkan (roll up) ribuan transaksi di luar rantai dan mengirimkan satu bukti tunggal ke Layer 1.
Ada dua kategori utama:
Optimistic Rollup
Mengasumsikan transaksi valid
Mempunyai periode tantangan
Contoh: Arbitrum, Optimism
ZK-Rollup (Zero-Knowledge)
Menggunakan bukti kriptografi untuk membuktikan validitas
Lebih efisien dan aman
Contoh: zkSync, Starknet
2. State Channels
Memungkinkan dua atau lebih pengguna melakukan banyak transaksi di luar rantai, hanya mencatat status akhir di blockchain.
Cocok untuk pembayaran cepat
Kurang fleksibel untuk aplikasi kompleks
Contoh: Lightning Network (Bitcoin)
3. Sidechain
Blockchain terpisah tetapi terhubung ke Layer 1 melalui jembatan (bridge).
Fleksibilitas tinggi
Keamanan tidak selalu diwarisi dari Layer 1
Contoh: Polygon PoS
Layer 2 dan Ethereum
Ethereum saat ini adalah ekosistem yang paling banyak mengadopsi Layer 2. Pendekatan ini merupakan bagian integral dari roadmap jangka panjangnya.
Saat ini banyak aplikasi DeFi dan NFT sudah beroperasi di Layer 2, menawarkan:
Biaya transaksi yang berkurang 90–99%
Pengalaman serupa dengan aplikasi Web2
Aksesibilitas yang lebih tinggi bagi pengguna global
Risiko dan pertimbangan
Meskipun ada keuntungan, Layer 2 juga memiliki beberapa tantangan:
Risiko jembatan: jembatan antara Layer 1 dan Layer 2 bisa rentan terhadap serangan
Kompleksitas teknis bagi pengguna baru
Pemecahan likuiditas di antara beberapa jaringan
Karena itu penting untuk mendapatkan informasi dan menggunakan alat yang terpercaya.
Masa depan Layer 2
Dengan perkembangan Web3, Layer 2 tidak lagi menjadi solusi sementara, tetapi komponen struktural dari ekosistem blockchain.
Tren masa depan mencakup:
Interoperabilitas antar Layer 2
Pengalaman pengguna yang semakin sederhana
Integrasi bawaan dengan dompet dan bursa
Adopsi institusional
Dalam perspektif masa depan, banyak ahli berpendapat bahwa pengguna akhir tidak perlu tahu di Layer mana mereka sedang beroperasi.
#blockchain #Layer2 $ETH $SOL $BTC