Ingat! Setiap orang hanya bisa bertanggung jawab atas satu hal!
#Catatan Singkat tentang Mata Uang
Jangan berpikir untuk bertanggung jawab atas banyak hal, cukup lakukan hal yang paling kamu kuasai. Ketika ada masalah, selesaikan saja saat itu juga.
Tidak ada yang bisa menentukan nasib orang lain.
Banyak orang, dalam perjalanan mencari uang untuk menghidupkan kehidupan mereka, terjebak dalam dua bentuk konflik batin.
1. Khawatir jika aku melakukan sesuatu, tetapi orang lain tidak mendapatkan hasil yang baik? Misalnya, aku membuka perusahaan medis estetika, bagaimana jika orang lain mencobanya tapi gagal?
Terus-menerus mencari alasan untuk konflik batin, itu tidak bermakna.
Aku tidak punya konflik batin karena aku selalu punya kepercayaan diri yang cukup. Jika seseorang belajar investasi di B-circle dari aku, dan tidak bisa berhasil atau tidak bisa mendapatkan keuntungan, maka tempat lain tidak perlu dicoba lagi. Aku tahu dengan pasti bahwa aku hanya fokus pada hal-hal yang bisa dilakukan secara maksimal, yaitu menyaring dan menilai hal-hal yang kemungkinan besar berhasil.
Tapi banyak orang berkata padaku, 'Lalu bagaimana jika mereka rugi? Kamu memengaruhi begitu banyak orang.'
Di dunia ini, tidak peduli seberapa banyak seseorang dipengaruhi oleh orang lain dan mempercayai seseorang, tidak ada jaminan bahwa setiap kali mereka akan mendapatkan hasil yang baik. Jadi mengapa harus mengharapkan aku bisa menjamin 100%? Aku sendiri juga tidak bisa melakukannya.
2. Terus menghindari ambisi dan keinginan diri sendiri
Ambisi dan keinginan memang, pada dasarnya, merupakan hal yang melekat sejak lahir. Namun banyak orang, terutama perempuan, cenderung secara sengaja menyembunyikannya.
Jika bisa menghadapinya dengan tulus dan mengejarnya dengan jujur, kehidupan akan menjadi lebih penuh semangat.
Sangat sederhana: lihatlah lebih banyak lagi. Jika yang paling buruk, impikan rumah mewah di Dubai atau tas mewah itu, tempelkan foto-fotonya di tempat yang bisa dilihat setiap saat, katakan pada diri sendiri bahwa pada tahap tertentu, itulah yang harus aku raih, lalu atur semua tindakanmu mengelilingi tujuan itu.
Aku melihat seorang bos perusahaan yang pendapatannya bisa mencapai ratusan miliar, dia menjadi target berikutnya yang ingin aku capai. Aku terus-menerus memikirkan, mengamati, dan menganalisis langkah konkret yang dia ambil, karakteristik kepribadiannya, lalu setiap tindakan yang aku lakukan selalu berusaha mendekatinya, bahkan menjadi seperti dia.
Jadi, tidak ada konflik batin. Di setiap tahap, aku tahu apa yang aku inginkan, dan aku sibuk mengejar tindakan konkret yang sesuai, sehingga tidak ada waktu untuk konflik batin.
