Gading Walrus
Walrus menggunakan gading panjang ikonik mereka untuk berbagai alasan, masing-masing membuat kehidupan mereka di Arktik sedikit lebih mudah. Mereka menggunakan gading tersebut untuk menarik tubuh besar mereka keluar dari air yang membeku, sehingga mendapat julukan "jalan dengan gigi", dan untuk memecah lubang pernapasan di atas es dari bawah. Gading mereka, yang dimiliki baik oleh jantan maupun betina, dapat tumbuh hingga sekitar tiga kaki, dan sebenarnya merupakan gigi kanin besar yang terus tumbuh sepanjang hidup mereka. Jantan walrus, atau yang disebut banteng, juga menggunakan gading mereka secara agresif untuk mempertahankan wilayah, dan selama musim kawin, untuk melindungi kawanan betina, atau yang disebut sapi betina.
Adaptasi Arktik
Ciri khas lain walrus juga sama bermanfaatnya. Karena makanan favorit mereka, terutama kerang, ditemukan di dasar laut yang gelap, walrus menggunakan kumis sangat peka mereka, yang disebut vibrissae mustacial, sebagai alat deteksi. Tubuh mereka yang gemuk dan berlemak memungkinkan mereka hidup nyaman di wilayah Arktik—walrus mampu melambatkan detak jantung mereka untuk bertahan terhadap suhu kutub di sekitar air.
Subspesies Atlantik dan Pasifik
Dua subspesies walrus dibagi secara geografis. Walrus Atlantik tinggal di daerah pesisir dari timur laut Kanada hingga Greenland, sementara walrus Pasifik tinggal di laut utara di sekitar Rusia dan Alaska, bermigrasi secara musiman dari wilayah selatan mereka di Laut Bering—di mana mereka ditemukan di es pack pada musim dingin—menuju Laut Chukchi. Betina walrus Pasifik melahirkan anaknya selama migrasi ke utara di musim semi.
Perburuan Berlebihan Sejarah
Hanya penduduk asli Amerika yang saat ini diperbolehkan memburu walrus, karena spesies ini terancam punah akibat perburuan berlebihan di masa lalu. Gading, minyak, kulit, dan daging walrus sangat dicari pada abad ke-18 dan ke-19, sehingga walrus pun dinyatakan punah di Teluk St. Lawrence dan di sekitar Sable Island, di sepanjang pantai Nova Scotia.