Mengapa Walrus Protocol Diposisikan untuk Adopsi Jangka Panjang
Ketika kita berbicara tentang infrastruktur Web3, sebagian besar percakapan masih berputar seputar kecepatan, biaya, atau narasi token jangka pendek. Tapi satu lapisan kritis sering diabaikan sampai rusak: penyimpanan data. Setiap aplikasi terdesentralisasi, setiap model AI, setiap produk onchain pada akhirnya bergantung pada data yang disimpan, diambil, dan diverifikasi secara andal. Inilah tepatnya di mana Walrus Protocol secara diam-diam menonjol, dan mengapa saya benar-benar percaya bahwa ia diposisikan untuk adopsi jangka panjang, bukan sekadar tren sesaat.
Yang membuat Walrus menarik bukanlah pemasaran yang mencolok atau janji berlebihan. Faktanya adalah fokusnya pada bottleneck nyata di Web3: menyimpan sejumlah besar data tidak terstruktur dengan cara yang terdesentralisasi, hemat biaya, dan tangguh. Sebagian besar blockchain tidak dirancang untuk hal ini sejak awal. Mereka menangani transaksi dengan baik, tetapi begitu aplikasi berkembang, data menjadi titik lemah. Layanan cloud terpusat saat ini mengisi celah ini, tetapi mereka membawa asumsi kepercayaan, risiko sensor, dan titik kegagalan tunggal. Walrus mendekati masalah ini dari sudut pandang infrastruktur terlebih dahulu, bukan dari sudut pandang spekulatif.