Saat kita terus bergerak menjelang 2026, hambatan bagi aplikasi terdesentralisasi (dApps) telah bergeser dari kecepatan transaksi ke ketersediaan data. Meskipun blockchain seperti Sui telah menguasai eksekusi berkecepatan tinggi, penyimpanan "blob" skala besar—seperti video 4K, kumpulan data pelatihan AI, atau seluruh situs web—tetap menjadi tantangan. Di sinilah @walrusprotocol masuk untuk meredefinisikan infrastruktur internet.

​Di Luar Penyimpanan Dasar: Kekuatan RedStuff

​Berbeda dengan penyimpanan terdesentralisasi tradisional yang mengandalkan replikasi file sederhana (yang mahal dan tidak efisien), Walrus menggunakan algoritma enkoding erasure 2D yang revolusioner bernama RedStuff.

Teknologi ini memungkinkan jaringan untuk memulihkan data bahkan jika sebagian besar node offline. Dengan membagi data menjadi potongan utama dan sekunder, Walrus mencapai keandalan tinggi dengan faktor replikasi yang jauh lebih rendah dibandingkan pesaingnya. Bagi para pengembang, ini berarti waktu pengambilan data yang lebih cepat dan biaya yang jauh lebih rendah.

@Walrus 🦭/acc #Walrus $WAL