Berdasarkan laporan terbaru dari perusahaan analisis blockchain Chainalysis, yang dikutip oleh Yahoo Finance, peretas cyber yang didukung oleh rezim komunis Kim Jong Un telah mencuri lebih dari 2,02 miliar dolar AS dalam mata uang kripto sejak bulan Januari hingga saat ini.

Laporan Chainalysis menunjukkan bahwa hingga awal bulan Desember, pencuri yang didukung Korea Utara telah mencuri lebih dari 50% lebih banyak mata uang kripto pada tahun ini dibandingkan dengan tahun 2024, sehingga total nilai pencurian mata uang kripto yang teridentifikasi sejak tahun 2016 hingga saat ini mencapai 6,75 miliar dolar AS.