Kebangkitan "Kuno": Penambang Era Satoshi Pindahkan 2.000 $BTC
Dunia kripto sedang waspada tinggi setelah dompet penambang "era Satoshi" yang lama tak aktif tiba-tiba bangkit kembali. Menurut data dari CryptoQuant, penambang tersebut mentransfer 2.000 BTC (sekitar 182 juta dolar AS) pada 9 Januari 2026, mengakhiri periode diam yang berlangsung sejak akhir 2024.
Mengapa Pasar Berisik
Istilah "era Satoshi" merujuk pada Bitcoin yang ditambang antara 2009 hingga 2011, ketika pencipta jaringan, Satoshi Nakamoto, masih aktif. Koin-koin ini awalnya dibuat menggunakan CPU sederhana, jauh sebelum era pertambangan industri besar.
Bagi banyak pedagang, pergerakan koin-koin "kuno" ini bukan sekadar transaksi; ini merupakan sinyal makro. Secara historis, para "OG" (Original Gangsters) blockchain ini cenderung memindahkan dana mereka pada titik-titik infleksi pasar penting.
Pola Sejarah: Peringatan atau Perubahan?
Analisis oleh Julio Moreno, kepala riset CryptoQuant, menunjukkan bahwa penambang-penambang ini sering "menjual saat pasar melonjak."
2021: Gerakan besar terjadi saat BTC melonjak menuju 60.000 dolar AS.
Akhir 2024: Lonjakan serupa terjadi saat Bitcoin pertama kali menyentuh 91.000 dolar AS.
Gerakan Saat Ini: Dengan $BTC BTC saat ini berada di kisaran 91.000 hingga 94.000 dolar AS, gerakan ini bisa menjadi indikasi bahwa para pendiri awal sedang mengambil keuntungan atau mengalihkan dana ke aset baru.
Dampak Era Institusional
Meskipun transfer senilai 180 juta dolar dulu cukup untuk membuat pasar jatuh, tahun 2026 adalah dunia yang berbeda. Dengan munculnya ETF Bitcoin dan meningkatnya likuiditas institusional, para analis percaya pasar kini lebih siap menyerap "percikan hiu" ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Beberapa bahkan berspekulasi ini bukanlah "penjualan besar-besaran", tetapi langkah strategis untuk memindahkan aset ke penyimpanan institusional atau cadangan Bitcoin tingkat negara yang baru muncul.
