📍Staking Ethereum – dari simbol desentralisasi menjadi “titik kemacetan” terpusat yang diciptakan oleh Bitmine.
Cerita ini bukan hanya tentang yield atau APR. Ketika satu pihak – Bitmine – menguasai posisi terlalu besar dalam staking, itu mengubah jaringan desentralisasi menjadi titik kemacetan terpusat.
📌 Bitmine saat ini menguasai proporsi besar validator dan stETH – yang berarti sejumlah besar ether sedang di-staking melalui satu organisasi pusat. Ini menciptakan risiko ganda:
🔸 Risiko desentralisasi: Ketika satu pemain mendominasi terlalu banyak saham staking, tingkat desentralisasi tergerus.
🔸 Risiko keamanan jaringan: Jika Bitmine mengalami masalah teknis, hukum, atau likuiditas – seluruh lapisan konsensus dapat terpengaruh.
📌 Mengapa ini terjadi?
Permintaan untuk staking “tradisional” meningkat setelah Lido dan staking likuid lainnya membatasi pertumbuhan saham. Bitmine memanfaatkan aliran modal yang mencari yield dan menjadi titik tarik besar, sementara sistem validator sebenarnya tidak tumbuh cukup cepat untuk mendistribusikan secara merata.
📌Arah desentralisasi Ethereum tergerus ketika satu organisasi menguasai terlalu banyak saham validator, yang akan memiliki suara yang lebih kuat dalam mekanisme pemilihan proposer, MEV, dan mekanisme konsensus lainnya.
Jika Bitmine berhenti atau dibatasi dalam staking, aliran yield terhenti – mengakibatkan penurunan aktivitas di pasar staking likuid. $ETH

