Analisis teknikal membantu pedagang memahami perilaku harga, mengidentifikasi tren, serta menentukan waktu masuk dan keluar di berbagai pasar seperti saham, forex, kripto, dan komoditas. Di bawah ini adalah gambaran jelas mengenai 22 konsep dasar yang banyak digunakan oleh pedagang saat ini.

1. Retracement Fibonacci
Level retracement Fibonacci adalah zona harga horizontal yang diperoleh dari urutan Fibonacci terkenal. Pedagang menerapkannya pada pergerakan harga terbaru untuk menemukan area potensial di mana harga mungkin berhenti, membalik, atau melanjutkan setelah koreksi. Level yang paling diperhatikan adalah 23,6%, 38,2%, 50%, 61,8%, dan 78,6%.
2. Breakout
Breakout terjadi ketika harga bergerak melewati resistensi secara meyakinkan atau turun di bawah dukungan, biasanya disertai momentum yang meningkat. Trader sering menganggap breakout yang telah dikonfirmasi sebagai sinyal adanya tren baru atau awal dari pergerakan arah yang kuat.
3. Pembalikan
Pola pembalikan menandakan kemungkinan perubahan arah tren yang sedang berlangsung. Contoh klasik meliputi double top/bottom, kepala dan bahu, serta beberapa formasi batang lilin yang muncul di akhir tren panjang.
4. Teori Gelombang Elliott
Gelombang Elliott adalah bentuk analisis teknikal yang menyatakan bahwa harga pasar bergerak dalam siklus berulang yang terdiri dari lima gelombang impulsif ke arah tren utama, diikuti oleh tiga gelombang korektif yang berlawanan. Memahami struktur gelombang membantu memprediksi perilaku harga di masa depan.
5. Kesenjangan Nilai Adil (FVG)
Kesenjangan Nilai Adil muncul sebagai ketidakseimbangan atau ketidakefisienan pada grafik — biasanya berupa formasi tiga batang lilin di mana batang besar meninggalkan celah yang jelas antara ujung bayangan batang sebelum dan sesudahnya. Banyak trader mengharapkan harga akan kembali 'mengisi' celah-celah ini pada suatu saat.
6. Batang Lilin
Grafik batang lilin menampilkan pergerakan harga dalam periode waktu tertentu menggunakan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan. Satu batang lilin (doji, hammer, shooting star) dan pola multi-batang (engulfing, morning/evening star) memberikan wawasan tentang psikologi pembeli dan penjual.
7. Heikin Ashi
Heikin Ashi adalah teknik batang lilin yang dimodifikasi yang meratakan data harga dengan menghitung rata-rata nilai. Teknik ini menyaring kebisingan pasar, membuat tren lebih mudah dikenali dan mengurangi jumlah sinyal palsu dibandingkan dengan batang lilin standar.
8. Fase Bulan (Perdagangan Astro)
Beberapa pedagang khusus memasukkan siklus bulan ke dalam analisis mereka, percaya bahwa fase bulan (bulan baru, bulan purnama, kuarter) dapat memengaruhi sentimen pasar dan volatilitas. Pendekatan ini tetap sangat kontroversial dan belum mendapat pengakuan ilmiah luas.
9. Grafik Renko
Grafik Renko berfokus hanya pada pergerakan harga, bukan waktu. Brick baru digambar hanya ketika harga bergerak sejauh jumlah yang telah ditentukan sebelumnya, menyaring fluktuasi kecil dan menonjolkan tren bersih serta pembalikan kunci.
10. Pola Harmonik
Pola harmonik adalah formasi harga geometris tingkat lanjut berdasarkan rasio Fibonacci yang tepat. Contoh populer meliputi pola Gartley, Bat, Crab, Butterfly, dan Shark. Ketika dibentuk dengan benar, mereka sering menjadi sinyal zona pembalikan dengan probabilitas tinggi.
11. Dukungan dan Resistensi
Dukungan adalah level harga di mana minat beli cenderung muncul, mencegah penurunan lebih lanjut. Resistensi adalah kebalikannya — level di mana tekanan jual biasanya muncul. Zona-zona ini sering berperan sebagai penghalang psikologis dan saling bertukar peran setelah terjadi breakout.
12. Dukungan dan Resistensi Dinamis
Berbeda dengan level horizontal statis, dukungan/resistensi dinamis bergerak sesuai harga. Alat paling umum adalah moving average (terutama versi 50, 100, dan 200 periode) yang berfungsi sebagai dukungan atau resistensi yang mengikuti tren di pasar yang sedang tren.
13. Garis Tren
Garis tren adalah garis lurus yang menghubungkan lower low (tren naik) atau higher high (tren turun). Mereka membantu menentukan arah tren saat ini dan sering berfungsi sebagai dukungan atau resistensi dinamis hingga pecah.
14. Sudut Gann
W.D. Gann mengembangkan serangkaian garis miring (paling terkenal 1×1, 1×2, 2×1, dll.) yang digambar dari puncak dan lembah signifikan. Sudut-sudut ini diyakini mencerminkan hubungan penting antara waktu dan harga serta titik-titik balik di masa depan.
15. Indikator Momentum
Indikator momentum mengukur tingkat perubahan harga. Mereka membantu menentukan apakah tren sedang memperkuat atau melemah. Contoh populer termasuk RSI, histogram MACD, Stochastic, dan osilator momentum itu sendiri.
16. Osilator
Osilator adalah indikator yang terbatas yang berfluktuasi antara ekstrem (biasanya 0–100 atau -100 hingga +100). Mereka sangat berguna untuk mengidentifikasi kondisi overbought/oversold dan potensi pembalikan di pasar yang bergerak dalam kisaran.
17. Divergensi
Divergensi terjadi ketika pergerakan harga dan osilator bergerak ke arah yang berlawanan. Divergensi bullish (rendah yang lebih tinggi pada harga, rendah yang lebih rendah pada osilator) sering menjadi sinyal potensi pembalikan ke atas; divergensi bearish memperingatkan kemungkinan pembalikan ke bawah.
18. Volume
Volume mewakili jumlah saham, kontrak, atau koin yang diperdagangkan selama periode tertentu. Volume yang meningkat saat breakout mengonfirmasi kekuatan, sementara volume yang menurun saat tren mungkin menandakan melemahnya momentum.
19. Penawaran & Permintaan
Zona penawaran dan permintaan adalah area di mana pesanan besar sebelumnya telah dipenuhi, menciptakan reaksi kuat. Zona permintaan baru (minat beli) sering berperan sebagai dukungan di masa depan, sementara zona penawaran yang belum terganggu (minat jual) berperan sebagai resistensi di masa depan.
20. Struktur Pasar
Struktur pasar mengacu pada pola keseluruhan dari puncak tinggi/puncak tinggi (bullish) atau lembah rendah/lembah rendah (bearish). Memahami struktur saat ini membantu trader menentukan arah tren dan bias pasar.
21. BOS (Pecahnya Struktur)
Pecahnya Struktur terjadi ketika harga melampaui level tinggi signifikan sebelumnya (dalam tren naik) atau level rendah (dalam tren turun), mengonfirmasi kelanjutan tren yang sedang berlangsung dan sering menggugurkan struktur lawan.
22. CHOCH (Perubahan Karakter)
Sinyal Perubahan Karakter menandakan kemungkinan perubahan perilaku pasar. Biasanya muncul ketika harga gagal mencatatkan puncak tinggi baru (dalam tren naik) atau lembah rendah baru (dalam tren turun) dan justru membentuk gerakan kuat ke arah yang berlawanan — sering menjadi petunjuk pertama dari pembalikan tren.
Konsep-konsep ini membentuk dasar dari sebagian besar strategi perdagangan teknikal modern. Menguasai beberapa alat yang saling melengkapi dari daftar ini, alih-alih mencoba menggunakan semua alat sekaligus, biasanya menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih jelas dan hasil yang lebih baik di pasar nyata. Latih pengenalan konsep-konsep ini di berbagai timeframe untuk membangun kepercayaan diri. Selamat menganalisis grafik!

