Walrus: menyimpan data adalah pekerjaan yang berkelanjutan
Ketika melihat Walrus, hal pertama yang menarik perhatian saya bukanlah janji desentralisasi, melainkan kenyataan bahwa protokol ini mengakui sesuatu yang banyak orang hindari untuk diucapkan secara terbuka: menyimpan data adalah pekerjaan yang berkelanjutan. Bukan kejadian satu kali, bukan sekadar unggah lalu dilupakan. Ini adalah proses yang melibatkan komitmen, pemeliharaan, dan insentif jelas agar komitmen tersebut tidak hilang seiring waktu. Protokol Walrus dibangun tepat dari prinsip inilah.
Secara internal, Walrus beroperasi seperti rantai tanggung jawab yang jelas. Ketika seorang pengguna memutuskan untuk menyimpan file, sistem tidak hanya menerima data dan mendistribusikannya. Ia mengubah file tersebut menjadi struktur yang dapat diverifikasi seiring waktu. Data dibagi-bagi, dikodekan, dan dipersiapkan untuk disimpan oleh beberapa operator jaringan. Setiap operator memegang peran menjaga bagian-bagian tertentu dari konten, seolah merawat halaman-halaman bernomor dari sebuah buku yang harus tetap utuh selama bertahun-tahun. Tidak ada satu halaman pun yang bisa menceritakan seluruh kisah, tetapi kehilangan banyak halaman akan merusak buku tersebut. Analogi ini membantu memahami mengapa Walrus tidak bergantung pada kepercayaan, melainkan pada desain struktural.
Penafian: Berisi opini pihak ketiga. Bukan nasihat keuangan. Dapat berisi konten bersponsor.Baca S&K.